linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Suku Awyu yang Sedang Berjuang Mempertahankan Hutan Adat
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Suku Awyu yang Sedang Berjuang Mempertahankan Hutan Adat
Gaya Hidup

Suku Awyu yang Sedang Berjuang Mempertahankan Hutan Adat

Hilal Ahmad
6 November 2023
Share
waktu baca 3 menit
Suku Awyu.
Suku Awyu.
SHARE

linimassa.id – Saat ini Suku Awyu sedang menjadi sorotan. Mereka sedang berjuang mati-matian untuk mempertahankan hutan adatnya.

Awyu disebut juga sebagai Auyu atau Awya, kelompok etnis yang mendiami daerah aliran Sungai Digul di pesisir Papua Selatan, Indonesia.

Di daerah tersebut juga didiami oleh orang Yahrai (Yaghai) dan di sebelah baratnya terdapat orang Muyu.

Jumlah populasi sekitar 27.300 jiwa. Mata pencarian suku ini mayoritas sebagai peramu dan pemburu. Makanan pokok masyarakat Awyu adalah sagu, ikan, dan udang yang ditangkap di sungai.

Awyu terbagi menjadi beberapa sub-suku, yakni Aghu, Nohon (Awyu Tengah), Pisa (Asue), Jair, dan Awyu Selatan.

Bahasa yang digunakan oleh suku Awyu merupakan bahasa Awyu yang termasuk kedalam rumpun Bahasa Papua yang terbagi atas 5 hingga 11 dialek, beberapa yaitu Asue, Pisa, Pasue, Aghu, Jair (sungai Edera, Kia Atas, Kia Bawah), Yenimu (Oser), dan Shiaxa (Siagha).

 

Berjuang

Dilansir dari laman Greepeace, mereka sebagai pemilik wilayah adat tidak mendapatkan informasi tentang rencana aktivitas perusahaan. Mereka juga tidak dilibatkan saat penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Itu yang diungkap Franky Woro dari Suku Awyu.

Hutan adat bagi Suku Awyu adalah rumah dengan segala sumber daya yang mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun sayangnya, saat ini keberadaan hutan adat sedang terancam akibat adanya izin usaha yang dikantongi oleh sejumlah perusahaan perkebunan sawit.

Hendrikus “Franky” Woro, pejuang lingkungan hidup dari Suku Awyu, sudah melayangkan gugatan lingkungan hidup dan perubahan iklim ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jayapura pada awal Maret kemarin.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Franky dan teman-temannya tak tinggal diam. Mereka terbang ke Jakarta untuk mengajukan permohonan sebagai tergugat intervensi ke PTUN Jakarta.

Mereka menyambangi Kementerian LHK untuk menuntut keadilan atas hak hutan adat di Papua. Aksi mereka ini mendapatkan perhatian media dan masyarakat Indonesia.

Dukungan dari masyarakat Indonesia sangat dibutuhkan agar gugatan ini mendapatkan perhatian khusus dan terus diproses hingga Suku Awyu mendapatkan keadilan.

Kehidupan suku Awyu sangat tergantung pada tanah, hutan, sungai, rawa, dan hasil kekayaan alam lainnya.

Itu semua menjadi sumber mata pencaharian, pangan, dan obat-obatan, serta identitas sosial budaya kami. Hutan adalah rekening abadi bagi masyarakat adat. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan