LINIMASSA.ID, TANGSEL – Penolakan Warga RW 16 diperumahan Bukit Nusa Indah terkait pembangunan gedung sekolah SMPN 25 Tangsel dilingkungan mulai bikin gerah warga RW lain.
Spanduk tandingan dukungan agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) segera melakukan pelaksanaan proyek pembangunan di wilayah mereka tersebar di jalan- jalan utama perumahan.
Ketua RW 17, Yanofri mengatakan, dari awal dirinya mempunyai alasan kuat mendukung pelaksanaan pembangunan gedung sekolah. Yaitu, untuk kepentingan pendidikan anak-anak kita bersamaan bukan mementingkan ego sektoral.
“Saya berempati kepada warga-warga kami yang berharap ada pemerataan akses pendidikan yang murah, dekat, dan berkualitas untuk masa anak-anak serta cucu kami, jadi wajar saat ini saya mendukung,” tegas Yanofri
Yanofri menyampaikan kekecewaannya terhadap beberapa warga RW 16 lantaran sama sekali tidak memberikan ruang dialog dua arah kepada Pemkot Tangsel untuk mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan.
Yanofri menilai, warga yang menolak seolah-olah melakukan jebakan terhadap Pemkot karena sejak awal mereka menyetujui pembongkaran bangunan sekolah lama. Namun, kini menolak pembangunan gedung baru.
“Lahan yang direncanakan dibangun kan bukan lahan kosong, memang awalnya sudah gedung sekolah. Masa pembongkaran bangunan sekolah lama disetujui warga tapi pas mau dibangun lagi malah ditolak. Jangan buat kita befikir negatif seolah- olah ada kepentingan pribadi untuk memanfaatkan lahan tersebut,” sindirnya
Yanofri menyalinkan, dirinya dan empat Ketua RW perumahaan Bukit Nusa Indah sudah membuat kesempatan bersama untuk mendorong pelaksanaan proyek pembangunan gedung sekolah SMPN 25.
Selain itu, kata yanofri pihaknya juga mendapatkan dukungan oleh beberapa RW dan RT diluar perunahan, bahkan akan melakukan pemasangan spanduk yang sama disetiap akses jalan utama.
“Banyak RW lain juga mendukung. Kami sudah membuat tandatangan bersama RW dan RT serta warga, nanti surat ini akan kami serahkan ke walikota untuk menjadi dasar Pemkot Tangsel menyegerakan proses pembangunan gedung Sekolah,” ucapnya.
Sementara itu Ketua RT 06/RW 015 Pramono Subekti mengatakan, padahal banyak hal yang positif jika ada sekolah dibangun di kawasan kita. Ia menuturkan, seharusnya beberapa warga yang menolak tidak mengedepankan ego tanpa ada dialog yang baik.
“Kalau ada sekolah baru kan membuat anak-anak di wilayah kita lebih berpeluang diterima di sekolah negeri. Apalagi bisa Irit biaya juga dan kita gak terlalu was-was karena jarak sekolah lebih dekat, “ ungkap Pramono.
Dirinya berharap warga RW 16 bisa memberikan ruang dialog yang baik dengan Pemkot Tangsel agar persoalan ini menciptakan solusi untuk kepentingan kita bersama.
“Harus dibuka dong ruang dialog yang lebih sejuk bukan penuh tegang, agar apa yang semua orang harapkan, orang tua harapkan bisa berjalan baik dan terakomodir,” tutupnya.

