linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Satu, Kue Legit Bukan Hitungan Angka
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Satu, Kue Legit Bukan Hitungan Angka
Gaya Hidup

Satu, Kue Legit Bukan Hitungan Angka

Hilal Ahmad
23 April 2024
Share
waktu baca 4 menit
Kue Satu (Foto : Infobudaya)
Kue Satu (Foto : Infobudaya)
SHARE

linimassa.id – Dikenal sebagai kue tradisional dan menjadi sajian saat Lebaran, kue satu dikenal di berbagai daerah, di Jawa Barat, Banten dan Jakarta disebut sebagai kue satu. Sementara di di Jawa Tengah dan Jawa Timur disebut sebagai kue koya.

Contents
LumerLegendaris

Ini adalah sebuah kue kering tradisional berwarna putih yang bertekstur renyah dan sedikit keras. Makanan ini populer di Indonesia namun asal-usulnya tidak diketahui secara pasti.

Kue satu terbuat dari kacang hijau tanpa kulit dan gula. Warna putih terjadi setelah kacang hijau dijemur atau dioven.

Makanan ini umumnya dikenal sebagai kue tradisional di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Di Indonesia, kue tersebut biasanya disajikan pada hari-hari raya, seperti Lebaran, Natal, dan Imlek.

Kue tersebut diyakini berasal dari koleksi kuliner Tionghoa-Indonesia. Kata “sa” dan “tu” (沙豆, sha tou) dalam bahasa Tionghoa berarti “tepung” dan “kacang”.

Kata kiri menerangkan kata kanan. Kata kanan berperan utama. Jadi, kue “tepung kacang”, berarti kue kacang berbentuk tepung.

Disebut demikian karena bahan utamanya adalah kacang, yaitu kacang hijau, dalam bentuk tepung yang telah dipadatkan.

Bisa dibandingkan dengan tausa (kacang tepung), yaitu adonan (pasta) tepung untuk mengisi kue-kue lain (bakpao, kue pia, dll.) yang terbuat dari kacang, yang juga populer di Indonesia. Pada tausa, warna hitam pasta kacang hijau bisa terjadi dengan penambahan tawas yang dapat dikonsumsi.

 

Lumer

Kue satu populer karena rasanya yang enak, lumer di mulut, awet disimpan lama meski tanpa pengawet buatan, tanpa bahan kimia, kandungan gizi yang baik, dan kaya serat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ada juga yang menambahkan vanili sebagai pengharum. Vanili awalnya dari tumbuhan, baru belakangan muncul vanili sintetik dari bahan kimia.

Penambahan vanili bisa diketahui dari aromanya. Biasanya vanili jarang digunakan, karena akan menambah biaya produksi kue ini.

Produksi kue satu biasanya dikerjakan oleh keluarga sederhana di daerah pinggir kota atau pedesaan, dengan tenaga kerja yang melibatkan anggota keluarga dari nenek, ibu, sampai cucunya.

Alat kerja utamanya adalah cetakan dari kayu. Kacang hijau dipilih, dicuci, disangrai, dan ditampi secara manual. Lalu ditumbuk menjadi tepung, memakai lumpang dan alu batu, dan ditambahkan gula.

Dicetak dengan cara dipadatkan ke cetakan kayu, di atas meja kayu. Dipanaskan dengan dijemur terik matahari, memakai tampah. Bagi yang mampu, dilanjutkan dengan panas kompor, memakai kotak kaleng atau aluminium.

Dikemas dengan kertas kopi atau kertas minyak. Belakangan, banyak yang dari plastik bening ukuran kecil. Hasil penjualannya untuk membiayai kelangsungan hidup keluarga. Itu dilakukan turun temurun bergenerasi-generasi.

Dalam perkembangan zaman, makin banyak orang yang ikut membuatnya, termasuk industri skala kecil-menengah yang memakai kemasan yang lebih menarik perhatian calon pembeli.

 

Legendaris

Kue satu adalah salah satu jajanan legendaris di tahun 90-an. Dan pasti hampir di setiap toko menjual kue ini.

Konon asal-muasal mengapa disebut kue satu karena saat proses pembuatannya butuh pengerjaan yang detil sehingga membuat kue ini harus dicetak secara satu per satu, maka kue ini dinamakanlah kue satu.

Rasanya yang manis dan juga lembut menjadikan kue satu memiliki banyak penggemar meski kue ini tergolong jajanan tradisional.

Proses pembuatan kue satu harus dijemur sehingga menghasilkan kue yang padat namun mudah hancur saat dimakan.

Kue satu umumnya berbentuk bulat dan berwarna putih. Pernah coba? (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan