linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Sabuk Sudah Ada Ribuan Tahun Silam, Simak Nih!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Sabuk Sudah Ada Ribuan Tahun Silam, Simak Nih!
Gaya Hidup

Sabuk Sudah Ada Ribuan Tahun Silam, Simak Nih!

Hilal Ahmad
10 Mei 2024
Share
waktu baca 2 menit
Sabuk (Foto : Brilio)
Sabuk (Foto : Brilio)
SHARE

linimassa.id – Aksesori fesyen satu ini cukup terkenal karena memang menjadi hal wajib dipakai di berbagai suasana. Ya inilah sabuk.

Penggunaan ikat pinggang oleh masyarakat sudah ada ribuan tahun silam, sejak zaman Perunggu. Ikat pinggang awalnya dibuat dari bahan-bahan alam, seperti akar pohon, kulit pohon, dan daun-daun yang disambung.

Kemudian dalam perkembangannya, sabuk dibuat dari bahan yang lebih kuat dari tumbuh-tumbuhan, yaitu kulit binatang. Sabuk yang terbuat dari kulit binatang terbukti lebih tahan lama, seperti yang ditemukan pada peninggalan peradaban Mesopotamia dan bangsa Mesir.

Di negara-negara Barat, ikat pinggang baru dikenal oleh masyarakat pada akhir abad ke-17. Ikat pinggang awalnya hanya digunakan oleh laki-laki saja, dan desainnya pun tidak diperuntukan bagi perempuan. Namun dalam perjalanannya, ikat pinggang mulai digunakan oleh kaum perempuan. Ikat pinggang di Barat umumnya terbuat dari kulit binatang, seperti kulit ular, kulit sapi, dan kulit binatang lainnya.

Memasuki abad ke-19 hingga dimulainya Perang Dunia I, ikat pinggang menjadi bagian dari kelengkapan seragam militer untuk menyimpan senjata. Dalam dunia kemiliteran, biasanya hanya jabatan tinggi saja yang diperbolehkan menggunakan ikat pinggang khusus militer tersebut.

Angkatan bersenjata untuk wilayah Eropa Timur, memakai ikat pinggang yang sangat ketat, yang digunakan di luar seragam kemiliteran mereka. Ikat pinggang itu digunakan untuk meletakan persenjataan yang dibawa ketika sedang bertugas.

Selain untuk dunia kemiliteran, ikat pinggang juga dipakai oleh masyarakat umum. Ketika ikat pinggang sudah dapat digunakan oleh kaum perempuan, mereka memakai ikat pinggang khusus untuk membentuk tubuh agar penampilannya terlihat sangat langsing. Ikat pinggang terkadang disamakan dengan korset, karena fungsinya yang sama, namun secara bentuk dan fungsi aslinya sangatlah berbeda.

Menurut para ahli, perempuan Eropa menggunakan korset dan ikat pinggang secara bersamaan untuk memaksimalkan pembentukan tubuh kecil mereka.

Setelah tahun 1920, ikat pinggang digunakan oleh seluruh masyarakat Eropa, bahkan dunia. Ikat pinggang sudah tidak digunakan sebagai benda dekoratif lagi, tetapi sudah benar-benar digunakan sebagai bagian dari fashion. Ikat pinggang dibuat dalam berbagai bentuk dan warna yang disesuaikan dengan kebutuhan fashion seseorang. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Porprov Banten di Tangsel
Porprov Banten di Tangsel Terkendala, Pilar: SPJ KONI Belum Tuntas
Pemerintahan
Smpn 25 Tangsel di Bukit Nusa Indah Serua Ciputat
Spanduk Dukungan Pembangunan SMPN 25 Tangsel di Bukit Nusa Indah Bertebaran
Pendidikan
Jurnalis
Polda Banten Data Lima Keluarga Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang
News
Narkotika
BNN Soroti Maraknya Narkotika Cair, Wacanakan Pelarangan Vape
News
Kekerasan anak
Hingga September, 61 Kasus Kekerasan Anak Ditangani Komnas PA Serang
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan