linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kesemutan, Sensasi Mati Rasa Tertusuk Jarum
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Kesemutan, Sensasi Mati Rasa Tertusuk Jarum
Gaya Hidup

Kesemutan, Sensasi Mati Rasa Tertusuk Jarum

Hilal Ahmad
17 November 2023
Share
waktu baca 4 menit
Kesemutan, sensasi mati rasa seperti tertusuk jarum. (Foto : SehatQ)
Kesemutan, sensasi mati rasa seperti tertusuk jarum. (Foto : SehatQ)
SHARE

linimassa.id – Pernah kesemutan? Luar biasa bukan, sensasinya seperti tertusuk jarum atau mati rasa di bagian tubuh tertentu. Parestesia bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di tangan, kaki, dan kepala.

Contents
PenyebabPencegahan

Kesemutan atau parestesia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang. Kesemutan yang sementara terjadi akibat tekanan pada saraf tertentu, misalnya saat tidur dengan menindih lengan atau duduk bersila. Kesemutan kadang juga dapat muncul setelah berolahraga.

Alodokter menyebut, kesemutan yang bersifat sementara akan hilang ketika sudah tidak ada tekanan pada saraf. Sedangkan kesemutan yang berkepanjangan bisa menjadi gejala suatu penyakit, seperti diabetes. Pemeriksaan ke dokter perlu dilakukan jika kesemutan terjadi secara berulang dan terus-menerus tanpa sebab yang jelas.

 

Penyebab

Penyebab kesemutan tidak selalu bisa dipastikan. Kesemutan yang terjadi sementara disebabkan oleh tekanan pada saraf atau terhambatnya sirkulasi darah.

Kondisi ini bisa terjadi saat menekuk kaki terlalu lama, misalnya saat duduk bersila, atau ketika tidur dengan tangan tertindih. Kesemutan juga bisa terjadi akibat gerakan berulang, misalnya bermain biola atau tenis.

Sedangkan kesemutan yang terjadi secara berkepanjangan dapat menjadi tanda adanya suatu penyakit, seperti:

  • Kekurangan vitamin B12.
  • Penyakit infeksi, seperti HIV/AIDS, herpes zoster, hepatitis B, hepatitis C, dan penyakit Lyme.
  • Penyakit sistem kekebalan tubuh, seperti lupus, sindrom Sjögren, sindrom Guillain-Barré, penyakit celiac, dan rheumatoid arthritis.
  • Efek samping obat kemoterapi, obat antikejang, dan obat untuk HIV/AIDS.

Pada beberapa kasus, kesemutan bisa terjadi hanya di tangan dan kaki atau hanya di kepala. Kesemutan di tangan dan kaki paling sering disebabkan oleh neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat penyakit diabetes.

Kondisi lain yang dapat memicu kesemutan di tangan dan kaki antara lain kehamilan, kista ganglion, gagal ginjal, carpal tunnel syndrome, saraf kejepit (hernia nukleus pulposus), kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), paparan zat kimia, seperti arsenik atau merkuri.

Untuk kesemutan di kepala sering kali tidak perlu dikhawatirkan. Namun, pada beberapa kasus, kesemutan di kepala bisa menjadi tanda dari kondisi sinusitis, stress, gangguan kecemasan, gangguan elektrolit, migrain, cedera kepala, hipertensi, konsumsi minuman beralkohol, penyalahgunaan narkoba, epilepsy, multiple sclerosis, dan tumor otak.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 

Pencegahan

Kesemutan tidak selalu bisa dicegah, tetapi frekuensi kemunculannya dapat dikurangi dengan melakukan sejumlah upaya berikut ini:

  • Hindari melakukan gerakan berulang yang dapat menekan saraf.
  • Istirahat secara berkala jika sering melakukan gerakan secara berulang yang ampuh untuk mencegah dan mengatasi kaki kesemutan.
  • Bangun atau berjalan dulu selama beberapa saat setelah duduk dalam waktu yang lama.

Halodoc menyebut, parestesia atau kesemutan tidak selalu dapat kamu cegah. Tetapi, frekuensi kemunculannya dapat dikurangi.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol. Jika kamu memutuskan untuk mengonsumsinya, ketahuilah batasan aman minuman beralkohol.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Menghindari gerakan berulang yang dapat menekan saraf.
  • Beristirahat secara berkala jika sering melakukan gerakan secara berulang.
  • Bangun dan bergerak ke sekeliling secara berkala jika sudah duduk dalam waktu yang cukup lama.
  • Jika mengidap diabetes atau penyakit kronis lain, pastikan untuk rutin memeriksakan kesehatan. Sebab, pemantauan dan manajemen penyakit dapat menurunkan risiko terjadinya parestesia kronis akibat penyakit yang mendasari.

Secara garis besar, kesemutan dan mati rasa umumnya bukanlah kasus membahayakan. Namun, bukan berarti bisa menyepelekan kondisi ini.

Kondisi kesemutan juga dapat menjadi indikasi akan berbagai masalah kesehatan. Apalagi jika kesemutan bersifat kronis, atau berkepanjangan.

Berdasarkan durasinya, kesemutan terbagi menjadi dua jenis, yakni sementara dan berkepanjangan.

Parestesia sementara umumnyta terjadi akibattekanan pada saraf atau sirkulasi yang buruk dalam waktu singkat.

Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang tertidur dengan tangan atau duduk dengan kaki bersilang terlalu lama.

Sementara itu, parestesia kronis mungkin merupakan tanda kerusakan saraf. Dua jenis kerusakan saraf adalah radikulopati dan neuropati. (Hilal)

 

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan