SERANG, LINIMASSA.ID – Warga Kota Serang yang tinggal di sepanjang aliran sungai kecil di kawasan Pakupatan hingga Komplek BMS mengeluhkan bau tidak sedap yang muncul dalam beberapa hari terakhir.
Aroma menyengat tersebut diduga berasal dari pencemaran limbah di sepanjang aliran sungai.
Bau yang tercium disebut warga Kota Serang mirip campuran bangkai dan gas, dan terasa semakin kuat ketika cuaca panas disertai angin kencang.
Ketua RT 03/RW 04 di Lingkungan Terminal Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Tito, menyampaikan bahwa pihak terkait telah mengambil sampel air sungai untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan ada tidaknya kandungan limbah.
warga Kota Serang ini menjelaskan, meskipun warna air tampak normal, bau menyengat masih terus tercium selama hampir satu minggu terakhir.
Kondisi ini membuat warga semakin waspada karena tidak mengetahui kandungan sebenarnya dari air tersebut.
Tito juga mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya, yang saat itu diduga dipicu oleh aktivitas industri peternakan di sekitar wilayah tersebut.
Warga Kota Serang Keluhkan Bau
Keluhan warga Kota Serang lainnya juga disampaikan oleh Opi. Ia mengatakan bau tersebut sangat mengganggu, bahkan menimbulkan pusing.
Menurutnya, aroma akan semakin kuat saat suhu udara tinggi dan angin bertiup kencang.
Awalnya warga Kota Serang menduga sumber bau berasal dari bangkai hewan. Namun setelah dilakukan penelusuran di sepanjang aliran sungai, tidak ditemukan adanya bangkai. Warga di kawasan perumahan BMS pun merasakan hal yang sama.
Keluhan serupa datang dari masyarakat di Kemang Patung yang berada di jalur aliran sungai tersebut. Yang membuat warga semakin cemas adalah kondisi air yang terlihat biasa saja, tanpa perubahan warna, meskipun baunya sangat menyengat.
Dugaan pencemaran limbah semakin kuat setelah ditemukan ikan sapu-sapu mati di sungai.
Padahal, jenis ikan tersebut dikenal tahan terhadap kondisi air yang buruk, sehingga kematiannya menimbulkan kecurigaan adanya zat berbahaya di dalam air.



