SERANG, LINIMASSA.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang mengungkapkan bahwa masih terdapat ribuan ruang kelas dalam kondisi rusak berat di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang ada, tercatat sebanyak 875 ruang kelas tingkat SD dan 265 ruang kelas SMP mengalami kerusakan parah. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 1.140 ruang kelas yang membutuhkan penanganan segera.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur pendidikan masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Ia berharap perbaikan dapat dilakukan secara bertahap melalui dukungan anggaran daerah maupun bantuan dari pemerintah pusat. Targetnya, dalam kurun waktu lima tahun, seluruh ruang kelas yang rusak berat bisa ditangani.
Dalam proses perbaikan, Pemerintah Kabupaten Serang mengandalkan dua sumber pembiayaan, yakni APBD serta program revitalisasi dari pemerintah pusat.
Pihaknya juga terus berupaya mendapatkan tambahan bantuan agar rehabilitasi dan pemenuhan fasilitas pendidikan dapat berjalan optimal.
Sekolah Rusak di Kabupaten Serang
Saat ini, sebagian ruang kelas yang rusak di Kabupaten Serang masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena keterbatasan ruang pengganti, selama dinilai belum membahayakan keselamatan.
Sementara itu, ruang kelas dengan kondisi paling parah sudah tidak difungsikan.
Untuk tahun ini, Dindikbud menargetkan perbaikan minimal 100 ruang kelas. Namun, kemampuan anggaran daerah masih terbatas, sehingga baru mencakup perbaikan 32 ruang kelas SD dan 22 ruang kelas SMP. Tambahan perbaikan dari pemerintah pusat masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Selain persoalan infrastruktur, Aber juga menyoroti tantangan lain di dunia pendidikan, yakni penurunan moral dan akhlak siswa.
Untuk mengatasinya, pihaknya mulai memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program, seperti literasi, kegiatan keagamaan, hingga pembiasaan disiplin dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.



