linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Pilu, Anaknya Tewas di Ponpes Darul Quran Lantaburo Tangerang, Apriyadi: Sudah Ampun-ampunan, Nggak Ada Kasihan?
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Pilu, Anaknya Tewas di Ponpes Darul Quran Lantaburo Tangerang, Apriyadi: Sudah Ampun-ampunan, Nggak Ada Kasihan?
News

Pilu, Anaknya Tewas di Ponpes Darul Quran Lantaburo Tangerang, Apriyadi: Sudah Ampun-ampunan, Nggak Ada Kasihan?

LinimassaNews 31 Agustus 2022
Share
waktu baca 2 menit
44CD02C4 CF06 4836 8779 53618AFB245E
SHARE

linimassa.id – Apriyadi (43) masih berduka. Mengingat kematian anaknya RAP (13) tewas setelah jadi korban pengeroyokkan oleh 12 santri senior di Pondok Pesantren Darul Quran Lantaburo, Cipondoh, Kota Tangerang.

Pilunya, RAP belum lama masuk ke ponpes tersebut, hanya 1,5 bulan. Niatnya tentu belajar agama, mewujudkan keinginannya menjadi ulama.

Sayangnya, takdir berkehendak lain. RAP tewas usai dikeroyok saat akan mandi usai shalat subuh dan mengaji.

Malangnya, RAP dihabisi di dalam kamar dengan pintu terkunci. Dia dihajar habis-habisan tanpa ampun hingga tak sadarkan diri.

“Nggak habis pikir, yang ngajak korban ke atas ini masih belum ketahuan siapa. Strateginya begitu yang dibilang sama pihak pelaku ke polisi,” kata Apriyadi di kediamannya.

Hatinya makin miris, setelah tahu anaknya dihajar tanpa ampun hingga meregang nyawa.

“Sampai di kunci di dalam kamar di keroyok, ditendang dipukul rame-rame sama 12 orang,” ungkapnya pilu.

Apriyadi heran, dengan perlakuan para santri senior yang tega menganiaya anaknya itu. Padahal, kata dia, para pelaku sehari-hari mengaji, shalat dan lainnya tapi tetap tega menganiaya.

“Sehari-hari mengaji, shalat, masa enggak ada rasa kasihan sudah ampun-ampun korban begitu masih (dikeroyok-red) dimana rasa kasihannya,” katanya sambil menahan air mata.

Kini, dia dan keluarga menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Dia berharap, para pelaku diberi hukuman setimpal atas perbuatannya hingga menyebabkan anak ketiganya tewas.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Dihukum setimpal sesuai perbuatannya. Masalah hukum diserahkan ke polisi aja yang lebih tahu, saya orang awam. Tapi keinginan saya setimpal lah,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang santri berinisial RAP (13) meninggal dunia usai dikeroyok oleh 12 santri senior di Ponpes Darul Quran Lantaburo, Cipondoh, Kota Tangerang pada Sabtu (27/8/2022).

Kini, 12 santri senior itu sudah diamankan Polrestro Tangerang Kota dan ditetapkan tersangka. 5 orang ditahan di rutan sementara 7 tersangka lainnya dikembalikan ke orang tuanya lantaran usianya masih di bawah 15 tahun. (red)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Reklame Ilegal di Tangsel
Ini Biang Kerok Reklame Ilegal Menjamur di Kota Tangsel
News
Warga Banten
2 Warga Banten Dievakuasi, DPRD Banten Desak Pemprov Perluas Penyusuran
News
Iran
2 Warga Banten Dievakuasi dari Iran
News
diskon
Diskon 30 Persen Tol Tangerang-Merak saat Arus Mudik dan Arus Balik 2026, Catat Tanggalnya
News
Pelabuhan Ciwandan
Pelabuhan Ciwandan Diklaim Siap Layani Motor dan Truk Pada Mudik Lebaran 2026
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?