CILEGON, LINIMASSA.ID – Pemerintah Kota Cilegon berencana menyediakan area parkir khusus bagi truk tambang guna mengurangi antrean serta praktik parkir di bahu jalan yang masih kerap terjadi di sepanjang Jalur Lingkar Selatan (JLS).
Langkah tersebut disiapkan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pembatasan jam operasional kendaraan tambang yang telah diterapkan selama hampir satu bulan terakhir.
Meski aturan mulai dipatuhi oleh sebagian besar pengemudi truk tambang, masih ditemukan sejumlah truk yang menunggu waktu operasional dengan berhenti di tepi jalan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, Heri Suheri, mengatakan bahwa penyediaan kantung parkir menjadi salah satu alternatif yang sedang dipersiapkan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu penataan lalu lintas truk tambang sekaligus meminimalkan potensi kemacetan akibat kendaraan yang berhenti sembarangan di sepanjang jalur utama.
Heri menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kota Cilegon yang saat ini masih berada pada tahap kajian dan perencanaan. Pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan rencana tersebut dapat segera direalisasikan.
Kantung Parkir Truk Tambang
Saat ini, Dishub bersama pihak terkait sedang melakukan survei terhadap sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi dijadikan area penampungan sementara bagi truk tambang.
Lokasi yang dipilih nantinya harus memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung kendaraan yang menunggu jadwal operasional.
Dengan adanya kantung parkir tersebut, truk tambang diharapkan tidak lagi memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat menunggu sehingga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas dapat lebih terjaga.
Heri juga mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap aturan jam operasional terus meningkat. Jumlah kendaraan yang melanggar ketentuan semakin berkurang dibandingkan awal penerapan kebijakan.
Menurutnya, banyak pengemudi kini memilih menyesuaikan jadwal perjalanan dengan mengundur waktu keberangkatan menuju lokasi tambang. Sebagian lainnya memilih menunggu di beberapa titik yang dianggap aman, termasuk di kawasan Simpang Bentola.
Ia menilai kebijakan pembatasan operasional truk tambang memberikan dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas, terutama pada periode padat kendaraan di sejumlah ruas jalan utama Kota Cilegon.
Meskipun demikian, kepadatan masih terjadi di beberapa titik tertentu, salah satunya di kawasan Simpang PCI. Selain meningkatnya volume kendaraan, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh aktivitas pembangunan infrastruktur jalan yang masih berlangsung di wilayah tersebut.



