LEBAK, LINIMASSA.ID – Museum Multatuli di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, akan menjadi tempat berlangsungnya bedah buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen-Z pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 14.00 WIB.
Agenda tersebut menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang menghadirkan sejumlah akademisi serta tokoh nasional, untuk mengulas kembali pemikiran Marhaenisme dan relevansinya bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi di era modern.
Buku karya Airlangga Pribadi Kusman bersama Rocky Gerung itu mengangkat kembali konsep Marhaenisme sebagai warisan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Melalui sudut pandang yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, buku tersebut membahas nilai-nilai keadilan sosial, kemandirian ekonomi, serta demokrasi dalam konteks kehidupan digital saat ini.
Acara bedah buku akan dipandu dengan pengantar dari Bonnie Triyana. Sementara itu, Dewi Kharisma Michellia, Airlangga Pribadi Kusman, Rocky Gerung, dan Connie Rahakundini Bakrie dijadwalkan menjadi pembicara.
Kehadiran para narasumber dengan latar belakang yang beragam diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih luas terhadap isi buku.
Rocky Gerung Akan ke Rangkasbitung
Selain mengulas substansi buku, forum diskusi bersama Rocky Gerung ini juga menjadi ruang dialog bagi masyarakat, terutama mahasiswa dan Generasi Z, untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan.
Isu transformasi digital, perubahan sistem ekonomi, hingga dinamika politik akan dikaitkan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Marhaenisme.
Marhaenisme merupakan gagasan yang diperkenalkan oleh Bung Karno sebagai ideologi yang menempatkan kepentingan rakyat kecil sebagai prioritas melalui semangat kemandirian, keadilan sosial, dan persatuan bangsa.
Hingga kini, pemikiran tersebut masih menjadi salah satu referensi penting dalam kajian sejarah, politik, dan ideologi Indonesia.

