SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi Banten memperluas pelaksanaan Program Sekolah Gratis (PSG) dengan memasukkan Madrasah Aliyah (MA) swasta sebagai penerima manfaat pada tahun ajaran 2026–2027.
Sebanyak 10.000 siswa disiapkan sebagai peserta program yang ditujukan untuk membantu mengurangi biaya pendidikan yang ditanggung masyarakat.
Ketua Tim Kelembagaan dan Informasi Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Abdul Basith, menjelaskan bahwa kuota Program Sekolah Gratis tersebut akan dialokasikan bagi siswa Madrasah Aliyah swasta yang berada di berbagai kabupaten dan kota di Banten.
Ia mengungkapkan, jumlah peserta didik Madrasah Aliyah di Provinsi Banten saat ini mencapai sekitar 45.000 orang. Dengan jumlah tersebut, ribuan keluarga diperkirakan akan merasakan dampak positif dari program yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kuota yang disediakan Program Sekolah Gratis sebanyak 10 ribu siswa. Jika dibandingkan dengan jumlah siswa MA yang mencapai sekitar 45 ribu orang, tentu cukup banyak yang berpeluang memperoleh manfaat,” ujarnya pada Jumat, 5 Juni 2026.
Program Sekolah Gratis
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Program Sekolah Gratis akan terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Pada tahun ajaran sebelumnya, program tersebut telah diberikan kepada puluhan ribu siswa yang bersekolah di SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta. Mulai tahun ini, cakupan penerima program diperluas dengan memasukkan Madrasah Aliyah swasta.
Menurut Andra, Program Sekolah Gratis tidak hanya berfungsi sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang yang lebih besar bagi keluarga untuk keluar dari kondisi ekonomi yang sulit.
“Program ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan ikhtiar pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya.


