SERANG, LINIMASSA.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang mengungkapkan bahwa meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja atau PHK di Kabupaten Serang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, menjelaskan bahwa Provinsi Banten saat ini menjadi daerah dengan jumlah PHK terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan data dari Disnakertrans Provinsi Banten. Salah satu wilayah penyumbang angka tersebut yakni PHK di Kabupaten Serang.
Menurut Diana, kondisi ekonomi global yang belum stabil menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya PHK.
Konflik yang masih berlangsung di Ukraina, tingginya aktivitas impor, serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memberikan tekanan terhadap dunia industri.
PHK di Kabupaten Serang
Dampak situasi tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah perusahaan yang terpaksa melalukan PHK di Kabupaten Serang, memilih melakukan langkah efisiensi, termasuk pengurangan jumlah tenaga kerja.
Industri padat karya menjadi sektor yang paling terdampak, terutama industri alas kaki dan kimia.
Ia menambahkan, industri kimia menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya biaya impor bahan baku.
Selain itu, lonjakan harga biji plastik sebagai bahan utama produksi turut memperberat beban operasional perusahaan sehingga memengaruhi keberlangsungan usaha.
