KABUPATEN TANGERANG, LINIMASSA.ID – Memasuki hari ketiga, kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, semakin berdampak terhadap lingkungan sekitar.
Asap tebal yang berasal dari lokasi kebakaran mulai menyelimuti kawasan permukiman hingga jalan raya dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pantauan langsung di TPA Jatiwaringin pada Kamis 2 Juli 2026 menunjukkan, kepulan asap berwarna putih keabu-abuan terus membumbung dari area TPA.
Akibatnya, langit di sekitar lokasi tampak suram dan jarak pandang di sejumlah ruas jalan mengalami penurunan.
Kabut asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin yang semakin pekat membuat tiang listrik, pepohonan, serta objek di sepanjang jalan sulit terlihat dengan jelas.
Demi menjaga keselamatan, banyak pengendara mobil maupun sepeda motor menyalakan lampu utama saat melintasi kawasan tersebut agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
Salah seorang pengendara, Muslim, mengatakan kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi lebih berisiko. Menurutnya, pengemudi harus meningkatkan kewaspadaan karena pandangan terganggu oleh asap yang menyelimuti jalan.
Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Di sisi lain, sejumlah truk pengangkut sampah terlihat mengantre di bahu jalan menunggu giliran untuk membuang muatan ke area TPA Jatiwaringin. Antrean kendaraan tersebut turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Tak hanya menghambat mobilitas, kebakaran juga memunculkan aroma menyengat dari sampah yang terbakar. Kondisi ini membuat kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin menurun sehingga warga tetap harus beraktivitas dalam lingkungan yang dipenuhi asap.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang berjaga di lokasi mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Imbauan tersebut disampaikan karena kepulan asap masih cukup tebal dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Hingga Kamis sore, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan di beberapa titik api yang belum berhasil dipadamkan. Upaya penanganan juga dibantu menggunakan helikopter yang melakukan penyiraman dari udara.
Pemerintah daerah mengimbau warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA Jatiwaringin untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi belum membaik. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar, disarankan mengenakan masker guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

