linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Petani Gunung Karang Keluhkan Anjloknya Harga Hasil Panen
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Petani Gunung Karang Keluhkan Anjloknya Harga Hasil Panen
News

Petani Gunung Karang Keluhkan Anjloknya Harga Hasil Panen

Andra
15 Juni 2026
Share
waktu baca 3 menit
Petani Gunung Karang
Keluhan petani Gunung Karang terkait rendahnya harga Sayuran
SHARE

PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Para petani Gunung Karang yang tergabung dalam komunitas pertanian di Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap rendahnya harga jual komoditas pertanian.

Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan karena biaya produksi terus mengalami peningkatan.

Keluhan petani Gunung Karang itu mencuat dalam talkshow bertema Agraria Bukan Maritim yang berlangsung di Café Lembur Kula sekaligus Perpustakaan Jagakarsa pada Sabtu sore, 13 Juni 2026.

Salah seorang petani di kawasan lereng Gunung Karang, Ahmad Haetami, menuturkan bahwa para petani sempat meluapkan kekecewaan dengan membuang hasil panen timun ke pinggir jalan.

Tindakan petani Gunung Karang tersebut dilakukan karena harga jual timun hanya mencapai Rp1.000 per kilogram, jauh di bawah biaya yang telah dikeluarkan selama proses budidaya.

Menurutnya, lahan pertanian di Pasir Peuteuy memiliki tingkat kesuburan yang tinggi dan sangat potensial untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Namun, persoalan utama yang dihadapi petani saat ini adalah pemasaran dan rendahnya harga jual hasil panen. Ia berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan benih dan pendampingan penyuluh, tetapi juga membantu membuka akses pasar yang lebih luas.

Ketua panitia kegiatan, Umam, menjelaskan bahwa penyelenggaraan talkshow tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk mengangkat kembali isu kedaulatan agraria, keberlanjutan ruang hidup masyarakat, serta masa depan ketahanan pangan yang berangkat dari aspirasi masyarakat akar rumput.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah yang mempertemukan unsur kebijakan, edukasi literasi, serta gerakan budaya petani di Pandeglang, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Karang.

Kesejahteraan Petani Gunung Karang

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki, menyampaikan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan kesejahteraan petani Gunung Karang.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menurutnya, upaya tersebut memerlukan keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai salah satu langkah yang dilakukan, pihaknya menggandeng para influencer di Pandeglang untuk membantu memperluas promosi produk pertanian dan membuka peluang pasar yang lebih besar bagi petani lokal.

Acara yang dipandu oleh Nurul Badarzaman itu mengusung tema “No Farmers, No Food, No Future” yang berarti “Tanpa Petani, Tidak Ada Pangan, Tidak Ada Masa Depan”. Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir, di antaranya Misbah sebagai sociopreneur dan Jefri Pr yang dikenal sebagai influencer. Dari kalangan generasi muda, hadir pula Nayla, Duta Pariwisata Banten 2025.

Namun demikian, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, yang sebelumnya dijadwalkan hadir sebagai representasi pemerintah daerah, berhalangan menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh SIMULAKRA.work tersebut.

Selain sesi diskusi, acara juga dimeriahkan oleh penampilan stand-up comedian Bayu Pekijing. Melalui materi komedinya yang banyak mengangkat persoalan agraria dan kehidupan sehari-hari di Kampung Pekijing, Taktakan, Kota Serang, ia berhasil menciptakan suasana yang lebih santai dan interaktif.

Dalam kesempatan yang sama, Perpustakaan Jagakarsa juga menerima penyerahan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Diabetes
1.651 Anak di Banten Idap Diabetes, Kasus Juga Ditemukan pada Bayi
News
Diabetes di Banten
Kasus Diabetes di Banten Capai 94 Ribu Lebih, Didominasi Kelompok Usia Produktif
News
A digitális kaszinólobby eleganciája: hogyan formálja az esztétikus felület a szórakozás élményét
Gaya Hidup
Why Crisp Mobile Interfaces Elevate Online Casino Fun More Than Flashy Bonuses
Gaya Hidup
How Streamlined Navigation Transforms the Online Casino Experience
Gaya Hidup
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?