SERANG, LINIMASSA.ID – Pengembangan objek wisata Gunung Gedor Kota Serang yang berada di Kelurahan Cibendung, Kecamatan Taktakan, masih menghadapi sejumlah keterbatasan fasilitas.
Ketersediaan listrik, air bersih, serta sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK) menjadi kebutuhan utama yang belum terpenuhi.
Pengelola kawasan wisata Gunung Gedor Kota Serang masih mengharapkan dukungan pemerintah agar fasilitas dasar tersebut dapat segera dibangun.
Keberadaan sarana pendukung dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong perkembangan destinasi yang dikelola bersama masyarakat itu.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Gedor Kota Serang, Buhari, menyampaikan bahwa penyediaan jaringan listrik menjadi kebutuhan yang paling mendesak.
Pasalnya, listrik dibutuhkan untuk mendukung sistem penyediaan dan penyaluran air menuju kawasan puncak.
“Fasilitas yang paling kami perlukan saat ini adalah MCK, air bersih, dan penerangan. Jika jaringan listrik sudah tersedia, kami dapat memasang instalasi menuju tempat penampungan air. Nantinya direncanakan ada tiga titik penampungan,” ujar Buhari, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Buhari, Pokdarwis Gunung Gedor Kota Serang telah mengajukan proposal bantuan pembangunan sarana pendukung kepada Pemerintah Provinsi Banten. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima tindak lanjut atas pengajuan tersebut.
“Usulan bantuan sudah kami serahkan kepada pemerintah provinsi. Sekarang kami masih menunggu respons,” katanya.
Upaya penyediaan listrik juga dilakukan melalui koordinasi dengan PLN. Petugas dari perusahaan penyedia listrik tersebut telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan survei lapangan.
“Tim PLN sudah melakukan survei. Informasinya, hasil survei akan diproses lebih lanjut di kantor. Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan,” tutur Buhari.
Di tengah keterbatasan fasilitas, masyarakat dan pengelola tetap melakukan perbaikan di kawasan wisata. Jalur menuju puncak yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak kini telah diperlebar hingga sekitar 1,5 meter melalui kegiatan gotong royong.
Gunung Gedor Kota Serang
Gunung Gedor Kota Serang memiliki ketinggian kurang lebih 349 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakiannya dinilai cukup ramah bagi pendaki pemula karena hanya terdapat dua tanjakan dan dua anak tangga sebelum mencapai puncak.
Untuk mendukung aktivitas wisata, pengelola merencanakan pembangunan empat pos istirahat. Hingga saat ini, tiga pos telah selesai dibangun, sedangkan satu pos lainnya masih dalam tahap persiapan.
Pengunjung juga dapat menyewa tenda dengan tarif antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu. Sementara harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp5 ribu dan biaya berkemah sebesar Rp15 ribu. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta perawatan kawasan wisata.
Lurah Cibendung, Yanti Nur Nasyiatul, mengatakan pemerintah kelurahan bersama warga terus melakukan pembenahan secara bertahap sambil menunggu dukungan dari pemerintah terkait pemenuhan fasilitas dasar.
Ia menyebut satu unit toilet sudah tersedia dan dapat digunakan oleh wisatawan. Selain itu, pembangunan posko juga dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
“Jalur pendakian sudah diperlebar menjadi sekitar 1,5 meter. Toilet sudah dapat digunakan, sedangkan pembangunan posko satu hingga posko empat dilakukan secara bertahap. PLN juga telah melakukan survei. Kami berharap proses penyediaan listrik dapat segera dilanjutkan agar fasilitas di Gunung Gedor Kota Serang semakin memadai,” ujarnya.
Yanti berharap jaringan listrik, ketersediaan air bersih, dan fasilitas MCK dapat segera diwujudkan. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut, Gunung Gedor Kota Serang diharapkan semakin siap dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata alam unggulan di Kota Serang.

