linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Petani di Lebak Diintimidasi Preman, Saung Dirusak dan Hampir Dibacok
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Petani di Lebak Diintimidasi Preman, Saung Dirusak dan Hampir Dibacok
News

Petani di Lebak Diintimidasi Preman, Saung Dirusak dan Hampir Dibacok

Andra
17 Juli 2025
Share
waktu baca 2 menit
Petani di Lebak
Petani di Lebak mendapatkan intimidasi dari sekelompok orang yang diduga preman
SHARE

LEBAK, LINIMASSA.ID – Petani di Lebak mendapatkan intimidasi oleh sejumlah preman, mereka merusak saung petani dan hampir melakukan aksi pembacokan.

Sebanyak puluhan petani di Kabupaten Lebak terlibat ketegangan dengan sekelompok orang diduga preman di Perkebunan kereta, di Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, Sabtu 12 Juli 2025.

Insiden petani di Lebak diintimidasi tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan lahan perkebunan yang digarap oleh warga.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, sejumlah pria tak dikenal mendatangi lokasi pertanian warga membawa senjata tajam berupa parang.

Salah satu petani di Lebak yang menjadi saksi mata kejadian, Eep, mengatakan, saat kejadian ada sekira 26 petani sedang mengolah lahan.

Namun tiba-tiba, sekelompok orang yang tidak dikenal datang membawa parang sambil mengatakan sesuatu bernada ancaman.

“Mereka merusak tanaman pisang, kelapa dan singkong milik petani, habis itu merobohkan gubuk,” kata Eep, Kamis 17 Juli 2025.

Petani di Lebak Diintimidasi

Diungkapkan Eep, petani di Lebak diintimidasi dengan diancam dan diminta berhenti menggarap lahan. Beberapa petani yang tak terima sempat bersitegang dengan para preman.

“Dua petani yang juga rekan saya bahkan sekarang masih terbaring karena trauma diacungkan parang dan diancam,” ujarnya.

Eep mengaku tidak mengetahui siapa dan orang suruhan siapa para preman tersebut. Namun ia mengaku, dirinya bersama warga menggarap lahan tersebut secara kolektif sejak tahun 2020.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Penggerapan lahan di Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur ini dilakukan karena di lahan ini merupakan lahan kosong dan tidak terawat.

“Kita tanami pisang, jagung, kacang dan bibit kelapa dan lainya, dari tahun 2020. jumlah warga yang menggarap lahan perkebunan karet ada sebanyak 30 orang. semuanya warga Kecamatan Cikulur,” jelasnya.

Eep dan para petani di Lebak lainnya kini mengalami trauma dan takut untuk pergi ke lahan karena khawatir mendapatkan intimidasi dari preman lagi.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Ansor Kota Tangsel
Duga Tabrak Aturan, Ansor Kota Tangsel Ajukan Keberatan ke Gubernur Banten Soal Bambang Noertjahjo Jadi Sekda
News
SPMB 2026
Wali Kota Cilegon Tegaskan SPMB 2026 Harus Bersih, Kepsek Terancam Dicopot Jika Terlibat Jual Beli Kursi
News
rokok ilegal
8,2 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan di Lintasan Merak–Bakauheni
News
Tahu dan tempe
Pengusaha Tahu dan Tempe di Kota Serang Terimbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
News
Dana Desa
Rp1 Miliar Dana Desa Petir Diduga Ludes untuk Judi Online dan Pinjaman Online
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?