linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang: Kitab Kuning Sebagai Warisan Intelektual Islam
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pemerintahan > MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang: Kitab Kuning Sebagai Warisan Intelektual Islam
Pemerintahan

MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang: Kitab Kuning Sebagai Warisan Intelektual Islam

Wivyh
18 Januari 2025
Share
waktu baca 2 menit
MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang
Salah satu peserta saat mengikuti lomba MQK pada MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang, Jumat, 17 Januari 2025.
SHARE

Tangerang, LINIMASSA.ID – Pada rangkaian acara Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang, salah satu cabang lomba yang menjadi perhatian besar dari Dewan Hakim adalah Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK).

Pasalnya lomba MQK pada MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang ini berkaitan tentang menggali pemahaman terhadap kitab kuning sebagai warisan intelektual Islam.

Kegiatan MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang ini bertempat di Masjid Jami Al-Hikmah dan diikuti oleh hampir 174 peserta dari 29 kecamatan yang telah terseleksi di tingkat kelurahan dan desa.

Nur Alam Jaelani, selaku Ketua Dewan Hakim cabang MQK, mengatakan bahwa perlombaan ini melibatkan tiga tingkat kategori, pertama Ula (anak-anak), Wustho (remaja), dan Ulya (dewasa), dengan tiga kitab utama sebagai materi.

“Untuk tingkat dewasa menggunakan Tafsir Al-Munir atau Marah Labid karya Syekh Nawawi al-Bantani, untuk remaja kitab Nihayatuzain, dan untuk anak-anak kitab Kasyifatu Saja,” kata Nur Alam, Jumat 17 Januari 2025.

Masih dikatakan Nur Alam, bahwa MQK menguji peserta dalam tiga bidang utama yakni Shihah al-Kiroah yakni mengukur ketepatan membaca teks kitab kuning.

Kedua, ketepatan terjemahan, yakni menilai kemampuan menterjemahkan teks ke dalam bahasa yang mudah dipahami. Ketiga, Fathum Maani yakni menguji kemampuan memahami dan menginterpretasikan makna dari teks kitab.

“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang pembelajaran dan pelestarian tradisi keilmuan Islam,” ujar Nur Alam.

Ia juga mengapresiasi keikutsertaan seluruh kecamatan yang mengirimkan delegasi terbaiknya, menjadikan lomba ini semakin kompetitif dan inspiratif.

Masih dikatakan Nur Alam, bahwa salah satu harapan utama dari lomba ini adalah melahirkan generasi yang mencintai ilmu agama.

- Advertisement -
Ad imageAd image

“Kami berharap peserta, khususnya yang baru pertama kali mengenal kitab kuning, terus belajar dan menggali ilmu dari al-Kutub al-Mu’tabarah. Dengan begitu, kita bisa mencetak generasi yang lebih cinta Al-Qur’an dan ilmu keislaman di Kabupaten Tangerang,” harapnya.

Lomba MQK pada ajang MTQ ke-55 Kabupaten Tangerang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi intelektual, tetapi juga momentum untuk memupuk kecintaan terhadap ilmu agama dan menjaga tradisi keilmuan Islam tetap hidup di tengah masyarakat.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan