linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Mahasiswa UMN Gagas Srawung Pring, Perluas Wawasan Bambu Bagian dari Budaya
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Mahasiswa UMN Gagas Srawung Pring, Perluas Wawasan Bambu Bagian dari Budaya
Pendidikan

Mahasiswa UMN Gagas Srawung Pring, Perluas Wawasan Bambu Bagian dari Budaya

LinimassaNews
9 Januari 2026
Share
waktu baca 3 menit
Mahasiswa UMN Gagas Srawung Pring
Mahasiswa UMN Gagas Srawung Pring di Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu, 23 November 2025.
SHARE

LINIMASSA.ID – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) gagas Srawung Pring di Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu, 23 November 2025.

Pasar Papringan, Temanggung, Jawa Tengah, menjadi ruang pembelajaran budaya melalui program Srawung Pring yang digelar pada Minggu (23/11). Kegiatan ini mengangkat bambu sebagai pengetahuan hidup yang lekat dengan lingkungan, tradisi, dan kehidupan sosial masyarakat desa, bukan sekadar elemen visual kawasan wisata.

Program Srawung Pring digagas sebagai upaya memperkenalkan kembali makna bambu secara lebih mendalam kepada publik. Selama ini, bambu kerap hadir sebagai latar suasana Pasar Papringan, namun nilai budaya dan pengetahuan yang melekat padanya belum banyak dipahami oleh pengunjung.

Penyelenggara Srawung Pring, Fitri Yuniarsih, mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadirkan untuk membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang bambu.

“Melalui Srawung Pring, kami ingin mengajak masyarakat melihat bambu tidak hanya sebagai elemen estetika, tetapi sebagai bagian dari budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial yang tumbuh bersama warga Dusun Ngadiprono,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Sunyoto, pengrajin bambu Pasar Papringan. Ia mengatakan bahwa selama ini para pengrajin memiliki keinginan untuk berbagi pengetahuan, namun belum banyak ruang pembelajaran yang mempertemukan mereka dengan masyarakat luas.

“Sebetulnya kami ingin membuka wadah pembelajaran tentang bambu, tetapi belum ada yang memfasilitasi. Lewat kegiatan ini, kami bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman secara langsung,” katanya.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman, peserta diajak menyusuri kawasan pasar dalam sesi walking naratif untuk mengenali sejarah bambu, jenis-jenis bambu lokal, serta perannya dalam membentuk ruang hidup masyarakat Ngadiprono. Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan praktik bersama pengrajin bambu, termasuk workshop menganyam yang memperkenalkan teknik dasar serta karakter bambu sebagai material berkelanjutan.

Salah satu peserta kegiatan, Dwiyana Yuniar Agatha, menilai Srawung Pring memberikan pemahaman baru mengenai bambu yang sebelumnya belum banyak diketahui.

“Melalui kegiatan ini, pengetahuan tentang bambu jadi lebih terbuka, mulai dari proses, makna, hingga perannya bagi masyarakat. Program seperti ini sangat baik jika dapat dilanjutkan,” ujarnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Selain praktik kerajinan, peserta juga dikenalkan pada Wedang Pring, minuman khas berbahan daun bambu muda dan rempah, sebagai bagian dari identitas budaya lokal Pasar Papringan.

Melalui Srawung Pring, Pasar Papringan diposisikan sebagai ruang belajar budaya yang menghubungkan pengetahuan lokal, pelestarian lingkungan, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa. Program ini diharapkan dapat mendorong kesadaran publik untuk melihat bambu sebagai bagian penting dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat keberlanjutan pengetahuan lokal.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
Sawah di Lebak
Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terdampak Kekeringan
News
Siswa di Pandeglang
11 Ribu Siswa di Pandeglang Tak Melanjutkan Pendidikan, Ini yang Dilakukan Disdikpora
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan