linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Ledakan Kasus Kanker Paru-paru Akibat Rokok Elektronik Mengancam Indonesia
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Ledakan Kasus Kanker Paru-paru Akibat Rokok Elektronik Mengancam Indonesia
Gaya Hidup

Ledakan Kasus Kanker Paru-paru Akibat Rokok Elektronik Mengancam Indonesia

Arief
7 Juni 2024
Share
waktu baca 2 menit
Rokok Elektrik atau Vape
Rokok Elektrik atau Vape
SHARE

linimassa.id – Dr. Annisa Dian Harlivasari, dokter spesialis paru dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), memperingatkan tentang potensi ledakan kasus kanker paru-paru yang disebabkan oleh meningkatnya konsumsi rokok elektronik atau vape di Indonesia.

“Rokok elektronik makin menggila. Kalau dibiarkan bisa jadi bom waktu beberapa tahun ke depan,” ungkap Annisa dalam diskusi yang digelar untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Jakarta, Kamis (06/06/2024).

Annisa menekankan bahwa rokok elektronik, meski diklaim lebih aman dibanding rokok konvensional, tetap mengandung bahan berbahaya.

Produk ini bahkan semakin populer di kalangan anak muda sebagai bagian dari tren modern.

“Dengan santai konsumsi saja tanpa cari tahu lebih jauh kalau produk ini juga mengandung bahan berbahaya selain nikotin yang mengancam kesehatan seperti formaldehyde, glycol, gliserol, dan lainnya yang dapat menyebabkan pernapasan bahkan kanker paru,” jelas Annisa.

Organisasi nirlaba Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC) juga mengutarakan kekhawatiran serupa.

Menurut Ketua Umum IYCTC, Manik Marganamahendra, iklan, promosi, dan sponsor rokok sangat masif di media sosial.

Hal ini seringkali dilakukan oleh pemengaruh yang memiliki banyak pengikut remaja dan dewasa muda.

“Produsen rokok elektronik sangat militan sekali dalam penjualan, mengiklankan, bahkan mempromosikan dengan hal yang menarik untuk kaum muda, ini kondisi gawat darurat untuk kita semua,” tegas Manik.

Untuk mengatasi masalah ini, IYCTC bekerja sama dengan Social Force in Action for Tobacco Control (SFA for TC) dan #SuaraTanpaRokok meluncurkan kampanye digital #DirtyEcigs.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kampanye ini dimulai sejak April hingga Juni 2024 dan dilakukan melalui akun Instagram @sfafortc dan @suara_tanpa_rokok.

“Antusiasme anak muda untuk ikut kampanye #DirtyEcigs menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang tidak ingin terus menerus menjadi sasaran produk rokok khususnya rokok elektronik,” kata Sarah Mutia Widad, Campaign Manager #DirtyEcigs. (AR)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Bangunan liar di Bojonegara
12 Bangunan Liar di Bojonegara Dibongkar, Ini Penyebabnya
News
Kejaksaan RI
Mutasi di Kejaksaan RI, Kajati dan Wakajati Banten Diganti
News
THM
Satpol PP Temukan 13 Lokasi Diduga THM di Serang Barat, Mayoritas Gunakan Izin Restoran dan Kafe
News
DLHK Banten
DLHK Banten Pastikan Tindak Tegas Perusahaan yang Terbukti Cemari Sungai
News
FSPP Kabupaten Tangerang
FSPP Kabupaten Tangerang Perkuat Ketahanan Pangan Pesantren
Khazanah
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan