CILEGON, LINIMASSA.ID – Pasca kebakaran KMP Batumandi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melakukan pemeriksaan kelaikan terhadap sekitar 2.100 kapal yang beroperasi di sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan pemeriksaan atau ramp check tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada awal November 2026.
Langkah Kemenhub ini dilakukan untuk memastikan setiap kapal memenuhi persyaratan teknis dan memiliki perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan ketentuan sebelum menjalankan operasional pelayaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Lollan Andi Sutomo, menyampaikan bahwa proses pemeriksaan akan dilaksanakan dengan melibatkan 130 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai wilayah.
Menurut Lollan, ribuan kapal tersebut akan menjadi sasaran pemeriksaan Kemenhub yang dimulai pada awal November mendatang.
“Sekitar 2.100 kapal akan menjalani ramp check. Pelaksanaannya melibatkan 130 UPT dan dijadwalkan mulai berjalan pada awal November,” kata Lollan dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia menerangkan bahwa pemeriksaan tidak sebatas meneliti dokumen dan persyaratan administratif. Petugas juga akan mengecek kondisi kapal secara langsung untuk mengetahui kelayakan setiap bagian yang menunjang operasional pelayaran.
Ini Aspek yang Akan Diperiksa Kemenhub
Aspek yang diperiksa Kemenhub meliputi struktur atau konstruksi kapal, sistem permesinan, perangkat keselamatan, serta berbagai komponen lain yang berkaitan dengan keamanan pelayaran.
“Pemeriksaan mencakup konstruksi kapal, permesinan, perlengkapan keselamatan, dan aspek pendukung lainnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenhub ingin memastikan kapal-kapal yang beroperasi telah memenuhi ketentuan kelaikan dan standar keselamatan yang berlaku.
Rencana pemeriksaan massal ini menjadi perhatian setelah terjadinya kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kebakaran dilaporkan terjadi ketika kapal mendekati area Dermaga VI Pelabuhan Merak. Insiden tersebut menyebabkan penumpang dan awak kapal harus dievakuasi untuk mengantisipasi risiko keselamatan.
Kejadian itu turut menyoroti pentingnya pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap armada penyeberangan. Kondisi mesin, instalasi listrik, hingga kesiapan alat keselamatan menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian untuk mendukung keamanan selama pelayaran.
Dengan pemeriksaan terhadap ribuan kapal tersebut, diharapkan kondisi armada dapat terpantau dan potensi risiko keselamatan pelayaran bisa diidentifikasi lebih awal.

