SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan pelatihan khusus bagi bendahara Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Merah Putih di Banten.
Program ini ditujukan untuk memperkuat kemampuan pengelola dalam mengatur keuangan koperasi sebelum gerai mulai menjalankan aktivitas usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono, mengungkapkan bahwa pelatihan bendahara Kopdes Merah Putih di Banten tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung sekitar pertengahan November 2026.
Agus menjelaskan, kesiapan tenaga pengelola menjadi salah satu hal yang perlu dipenuhi sebelum koperasi mulai beroperasi. Karena itu, bendahara perlu dibekali keterampilan yang sesuai agar mampu menjalankan tugas pengelolaan keuangan secara optimal.
“Harus disiapkan dulu bendahara Kopdes Merah Putih di Banten, dalam artian keterampilannya ditingkatkan. Nanti saat operasional diluncurkan, bisa berjalan di tempat masing-masing,” ujar Agus, Selasa (27/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Agus ketika merespons usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mengenai perlunya pelatihan bagi bendahara Kopdes Merah Putih. Usulan itu berkaitan dengan kebutuhan meningkatkan kemampuan pengurus dalam mengelola keuangan koperasi.
Menurut Agus, kesiapan sumber daya manusia merupakan bagian penting dari proses persiapan operasional. Dengan kemampuan yang memadai, bendahara diharapkan dapat mengelola transaksi dan administrasi keuangan koperasi secara tertib ketika kegiatan usaha mulai berjalan.
Di samping mempersiapkan tenaga pengelola, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten juga melakukan pemantauan terhadap kesiapan fasilitas gerai yang akan digunakan sebagai tempat kegiatan usaha koperasi.
Kopdes Merah Putih di Banten
Berdasarkan data yang disampaikan Agus, terdapat 694 gerai Kopdes Merah Putih di Banten yang masuk dalam pendataan persiapan operasional di Provinsi Banten. Dari total tersebut, sebanyak 318 gerai telah menuntaskan proses verifikasi dan validasi (verval) hingga mencapai 100 persen.
Meski begitu, selesainya tahapan administrasi dan verifikasi belum menjadi jaminan bahwa seluruh gerai dapat langsung beroperasi. Setiap lokasi masih perlu melalui penilaian untuk memastikan kelayakannya.
“Yang sudah selesai 100 persen itu 318. Kalau mau dioperasionalkan, harus dinilai,” kata Agus.
Ia menambahkan, pembangunan atau penyediaan gerai dilakukan melalui beberapa mekanisme. Sebagian gerai disiapkan menggunakan pembiayaan mandiri, sedangkan lainnya memperoleh dukungan bantuan. Perbedaan skema tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam mengevaluasi kesiapan masing-masing gerai.
Pemprov Banten berharap pelatihan bagi bendahara dapat mendukung kesiapan operasional koperasi secara menyeluruh. Selain memiliki fasilitas usaha yang memadai, setiap koperasi juga membutuhkan pengelola keuangan yang memahami tugas dan tanggung jawabnya.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, bendahara Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjalankan pengelolaan keuangan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.
Pelatihan yang direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026 ini menjadi salah satu tahapan persiapan sebelum gerai Kopdes Merah Putih mulai beroperasi di wilayah masing-masing.

