LINIMASSA.ID, TANGSEL – Kelestarian Kali Jaletreng di Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terancam. Pasalnya, badan sungai itu kini diurug dan dibangun turap oleh swasta.
Kepala DSDABMBK Kota Tangsel Roby Cahyadi membenarkan, pembangunan turap tersebut merupakan pekerjaan pihak swasta.
“Itu kerjaan pihak swasta. Belum ada izin. Sudah kita datangi dan suruh berhenti kerja,” ujar Roby saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026) malam.
Pembangunan turap di bantaran Kali Jaletreng, Kampung Setu RT 017/RW 004, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, diprotes warga. Pengerjaan tersebut diduga masuk batas perlindungan sungai atau sempadan dan mengubah kondisi fisik bantaran.
Kondisi itu dikhawatirkan mempersempit ruang aliran air, sekaligus mengganggu fungsi alami sungai dan ekosistem. Terlebih, pengerjaan dilakukan di kawasan tebing sungai yang disebut memiliki kondisi tanah labil dan rawan longsor.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tebing Kali Jaletreng terlihat mengalami pengerukan. Sejumlah material batu, karung penahan, dan tiang kayu penyangga juga berada di sekitar aliran sungai. Di lokasi juga tidak terlihat papan informasi pekerjaan yang menjelaskan pihak pelaksana maupun informasi proyek.
Lurah Setu Adhi Musthofa mengatakan, pekerjaan tersebut awalnya merupakan proyek penguatan turap. Namun, pengerjaan sempat mendapat komplain masyarakat karena dinilai memakan sempadan sungai.
Adhi juga menyebut kondisi tanah di lokasi labil dan rawan longsor. Karena itu, pihak kelurahan telah menegur pihak yang melakukan pekerjaan.
“Kalau sekarang, setelah kami tegur, dia akan menyesuaikan membangun turap sesuai existing bronjong yang rusak yang ada di lokasi saat ini,” ujar Adhi, Minggu (25/10/2026).
Adhi menegaskan, pembangunan turap tidak boleh mengambil area sempadan sungai. Pihak kelurahan kemudian menugaskan staf bersama Ketua RT untuk memantau pengerjaan di lokasi.
“Saya sudah menugaskan staf dan RT di lokasi untuk monitor selalu, jangan sampai mereka menyerobot sempadan sungai untuk pembangunan turap,” tegasnya.

