SERANG, LINIMASSA.ID – Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Serang tidak hanya menyebabkan persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak serius terhadap sektor pertanian, terutama lahan sawah di Kabupaten Serang yang kekurangan pasokan air hingga gagal panen.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mencatat, total lahan pertanian yang terdampak kekeringan mencapai 1.076 hektare. Dari luas tersebut, sebanyak 389 hektare dilaporkan mengalami puso atau gagal panen.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk meringankan beban petani yang lahan sawah di Kabupaten Serang mengalami gagal panen.
Menurutnya, dari total 389 hektare lahan yang mengalami puso, bantuan baru menjangkau sekitar 84 hektare. Sementara itu, bantuan untuk lahan lainnya masih dalam proses pengajuan kepada pemerintah provinsi.
“Kami sudah mendapatkan bantuan untuk sekitar 84 hektare dari total lahan sawah di Kabupaten Serang yang puso. Untuk sisanya, pengajuan bantuan sudah kami sampaikan kepada Pemprov Banten,” ujar Suhardjo, Kamis 22 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, kekeringan melanda wilayah di 18 kecamatan di Kabupaten Serang. Sebagian besar lahan terdampak berada di kawasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air.
Untuk mengurangi risiko kerugian akibat kekeringan, DKPP Kabupaten Serang juga menjalankan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan pompa air kepada kelompok tani yang masih memiliki sumber air di sekitar lahan pertaniannya.
Bantuan tersebut disalurkan melalui program irigasi perpompaan, sehingga air dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah.
“Kami memberikan bantuan pompa melalui program irigasi perpompaan bagi kelompok tani yang masih mempunyai sumber air,” jelasnya.
Selain penyediaan pompa air, pemerintah juga melaksanakan program optimalisasi lahan (Oplah). Program ini ditujukan bagi lahan pertanian tadah hujan yang selama ini terkendala keterbatasan sumber air.
Pada 2026, Kabupaten Serang memperoleh alokasi bantuan optimalisasi lahan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup lahan seluas 1.599 hektare, sedangkan tahap kedua memperoleh tambahan sekitar 1.000 hektare yang dialihkan dari alokasi daerah lain.
Dengan demikian, total lahan yang mendapatkan dukungan program Oplah mencapai 2.599 hektare. Bantuan tersebut diberikan kepada kelompok tani untuk mendukung pembangunan sarana pengairan, termasuk irigasi perpompaan dan sumur bor.
Suhardjo menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan.
Sawah di Kabupaten Serang
Di sisi lain, aktivitas penanaman padi sawah di Kabupaten Serang mulai berlangsung di sejumlah wilayah. Namun, kegiatan tersebut masih terbatas pada kawasan yang telah memiliki ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Suhardjo menambahkan, DKPP Kabupaten Serang mendapat target penanaman sekitar 17.000 hektare pada Oktober ini. Hingga saat ini, realisasi penanaman baru mencapai kurang lebih 5.000 hektare.
Ia menerangkan, penanaman yang dilakukan pada periode sekarang diperkirakan baru menghasilkan panen pada Januari mendatang. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena hasil panen tersebut tidak masuk dalam perhitungan target produksi tahun ini.
“Kalau penanaman dilakukan sekarang, panennya baru Januari. Karena itu, hasilnya tidak masuk dalam target produksi tahun ini,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, DKPP Kabupaten Serang menargetkan luas tanam mencapai sekitar 98.000 hektare sepanjang 2026. Hingga saat ini, realisasi luas tanam tercatat sekitar 95.000 hektare.
Sementara itu, target produksi sawah di Kabupaten Serang tahun ini ditetapkan sebesar 544.000 ton. Suhardjo menyebutkan bahwa pencapaian produksi saat ini telah mencapai sekitar 84 persen dari target yang ditetapkan.
Ia optimistis capaian produksi masih berpeluang meningkat menjelang akhir tahun, mengingat masih terdapat waktu pada November dan Desember untuk mengejar sisa target.
“Kami berharap produksi pada November dan Desember bisa terus meningkat sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai, bahkan terlampaui,” pungkasnya.

