LINIMASSA.ID, TANGSEL – Kekeringan di Kota Tangsel meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencatat kekeringan terjadi di 36 titik.
Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan kekeringan tersebar di delapan wilayah. Dampaknya mencapai 934 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.703 jiwa.
“Untuk titik kekeringan saat ini sekitar 36 titik, semuanya tersebar di delapan kelurahan,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).
Dia menerangkan, pihaknya terus mendistribusikan air bersih yang dilakukan sejak 8 Juli lalu. Pengiriman air, kata dia, berdasarkan permintaan masyarakat.
Hingga kini, BPBD Tangsel telah menyalurkan sebanyak 1.413.200 liter air bersih kepada warga yang terdampak.
Penyaluran akan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan laporan dari warga di wilayah terdampak.
Seperti diketahui, sejumlah wilayah saat masih berada pada musim kemarau. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprediksi kondisi kering ini masih akan berlangsung hingga Oktober.
Plt Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati menyampaikan bahwa wilayah Banten baru akan memasuki peralihan musim basah pada November mendatang.
“Hingga Dasarian II September 2026, seluruh wilayah Provinsi Banten masih berada dalam periode musim kemarau. Secara umum, puncak musim kemarau 2026 di Banten diperkirakan berlangsung pada Juli–September 2026,” katanya.
Ana menjelaskan bahwa Tangerang Selatan masuk dalam Zona Musim (ZOM) 168 yang saat ini mengalami dampak puncak kemarau bersama beberapa wilayah tetangga. Selain Kota Tangsel, Kota Tangerang bagian selatan, Kabupaten Tangerang bagian tenggara juga mengalami hal serupa.
Selain itu, Kabupaten Lebak bagian selatan, timur laut, dan tengah, Kabupaten Serang bagian tenggara pun masih berada di puncak kemarau.
“Adapun berdasarkan prediksi curah hujan bulanan, awal peralihan menuju kondisi yang lebih basah di Provinsi Banten diperkirakan mulai terlihat pada November 2026, dengan curah hujan kategori menengah sekitar 150–300 mm per bulan,” pungkasnya. (KO/RED)

