KABUPATEN TANGERANG, LINIMASSA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 72 warga yang terdampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Jatiwaringin mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Gangguan kesehatan tersebut diduga dipicu oleh paparan asap tebal yang masih menyelimuti kawasan sekitar lokasi kebakaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan jumlah korban kebakaran TPA Jatiwaringin tersebut merupakan data terbaru dari warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan setelah mengeluhkan gangguan pada saluran pernapasan.
“Data sementara ada 72 orang yang mengalami ISPA. Kondisi ini dipengaruhi oleh kualitas udara yang menurun akibat asap kebakaran,” ujar Hendra saat dihubungi, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar pasien mengalami gejala ringan berupa batuk, pilek, dan demam akibat terlalu banyak menghirup udara kebakaran TPA Jatiwaringin. Kasus ISPA ditemukan pada berbagai kelompok usia, meski mayoritas penderitanya merupakan orang dewasa.
“Anak-anak juga ada yang terdampak, tetapi jumlah terbanyak berasal dari kelompok usia dewasa. Gejala yang muncul umumnya batuk, pilek, dan demam,” katanya.
Penanganan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin
Menurut Hendra, penanganan warga terdampak TPA Jatiwaringin sejak dini menjadi langkah penting agar infeksi tidak berkembang menjadi pneumonia atau radang paru-paru yang memiliki risiko lebih serius.
“Fokus kami adalah mendeteksi dan mengobati ISPA sedini mungkin supaya tidak berkembang menjadi pneumonia. Itu yang perlu diantisipasi,” jelasnya.
Untuk memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan telah mengoperasikan lima posko kesehatan darurat.
Tiga posko ditempatkan di Kecamatan Rajeg, satu posko di Kecamatan Sukadiri, dan satu posko lainnya berada di kawasan TPA Jatiwaringin untuk melayani warga maupun petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Hendra juga mengimbau masyarakat agar menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara belum membaik. Warga diminta memperbanyak waktu istirahat, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di area yang masih terdampak asap.

