LEBAK, LINIMASSA.ID – Sebanyak 10 dapur MBG di Lebak untuk sementara menghentikan aktivitasnya. Dampaknya, penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada para penerima manfaat di sejumlah wilayah ikut terhenti.
Ketua Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Asep Royani, menjelaskan bahwa penghentian operasional tersebut disebabkan oleh dua faktor utama.
Sebagian dapur MBG di Lebak masih menjalani perbaikan fasilitas, sementara lainnya terkendala belum cairnya dana operasional.
“Total ada 10 dapur yang tidak beroperasi. Lima dapur sedang disuspend karena perlu pembenahan sarana dan prasarana, sedangkan lima lainnya menghentikan kegiatan akibat keterlambatan pencairan dana. Kondisi ini membuat penyediaan makanan bagi penerima manfaat sementara tidak dapat dilakukan,” ujarnya, Minggu 15 Juni 2026.
Menurut Asep, persoalan dapur MBG di Lebak tersebut telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional di tingkat pusat. Saat ini, pihaknya masih menunggu proses penyelesaian yang dilakukan secara bertahap.
Ia berharap seluruh kendala administratif maupun teknis dapat segera ditangani sehingga layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat kembali berjalan normal.
“Kami berharap masalah ini segera terselesaikan agar program pemenuhan gizi dapat kembali dilaksanakan tanpa hambatan,” katanya.
Dapur MBG di Lebak
Di sisi lain, Wakil Bupati Lebak menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG harus dilakukan secara profesional dan diawasi secara ketat untuk mencegah terjadinya penyimpangan dapur MBG di Lebak.
Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam upaya menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Pengawas Program MBG Kabupaten Lebak, ia menilai keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten hingga pemerintahan desa.
“Peran camat dan kepala desa sangat penting karena mereka berada di garis depan dalam memastikan program berjalan tepat sasaran, memenuhi standar kebersihan, serta memanfaatkan sumber pangan lokal yang tersedia,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
Ia juga mengajak seluruh mitra, yayasan, dan pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kualitas pelaksanaan program demi memberikan manfaat terbaik bagi anak-anak, khususnya di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, melalui kerja sama yang solid dan pengawasan dapur MBG di Lebak yang berkelanjutan, program MBG diharapkan mampu berjalan optimal serta mendukung terwujudnya generasi Lebak yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.



