linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Berisiko Tingkatkan Inflasi dan Beban Distribusi
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Berisiko Tingkatkan Inflasi dan Beban Distribusi
News

Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Berisiko Tingkatkan Inflasi dan Beban Distribusi

Andra
11 Juni 2026
Share
waktu baca 2 menit
Pertamax
Ilustrasi petugas SPBU saat harga Pertamax naik
SHARE

LINIMASSA.ID – Kebijakan penyesuaian harga Pertamax diperkirakan tidak hanya berdampak pada pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai sektor ekonomi.

Sejumlah kalangan menilai kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi tersebut berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan transportasi yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga barang maupun jasa.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Hadi Sutjipto, menjelaskan bahwa perubahan harga bahan bakar Pertamax umumnya menimbulkan efek lanjutan terhadap aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Menurutnya, meningkatnya biaya operasional transportasi dan logistik dapat berdampak langsung pada kenaikan harga produk yang beredar di masyarakat.

“Ketika biaya distribusi bertambah, pelaku usaha cenderung menyesuaikan harga jual barang dan jasa untuk menutupi peningkatan pengeluaran tersebut,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Hadi menilai, meskipun Pertamax tidak termasuk BBM bersubsidi, penggunaannya cukup luas di berbagai kalangan sehingga dampak kenaikan harga tetap dirasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

Harga Pertamax Naik, Daya Beli Turun

Ia juga menyoroti potensi penurunan daya beli masyarakat akibat bertambahnya alokasi pengeluaran untuk kebutuhan transportasi. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan lainnya.

“Jika pengeluaran terus meningkat sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan yang sebanding, maka kemampuan masyarakat untuk berbelanja akan semakin terbatas,” katanya.

Lebih lanjut, Hadi meminta pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif guna mengendalikan potensi inflasi yang dapat muncul akibat kenaikan harga BBM.

Menurutnya, stabilitas daya beli masyarakat perlu dijaga agar tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia menegaskan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu motor utama penggerak perekonomian. Oleh karena itu, kebijakan yang mampu menjaga kemampuan belanja masyarakat dinilai sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Umrah Hanania
Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Jalani Pemeriksaan Polisi
News
Serang Convention Center
Pemkot Serang Siapkan Pembangunan Serang Convention Center Secara Bertahap
News
SPPG di Kabupaten Serang
163 SPPG di Kabupaten Serang Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
News
Curanmor
Polres Cilegon Ungkap 13 Kasus Curanmor, Sebagian Hasil Kejahatan Dipakai untuk Beli Sabu
News
truk tambang
Banyak Truk Tambang Masih Beroperasi di Luar Jadwal yang Ditentukan
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?