LEBAK, LINIMASSA.ID – Bulog Lebak menargetkan pengadaan gabah kering panen (GKP) dari petani di Kabupaten Lebak mencapai 48 ribu ton sepanjang tahun 2026.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 24 ribu ton beras yang akan menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah.
Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyerapan gabah telah mencapai sekitar 35 ribu ton GKP atau setara 17.500 ton beras. Capaian tersebut dinilai cukup positif karena telah mendekati target yang ditetapkan untuk tahun ini.
Pimpinan Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, M. Syaukani, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya membeli hasil panen petani secara langsung guna memastikan penyerapan gabah berjalan optimal.
“Penyerapan gabah selama periode Januari hingga Mei 2026 telah mencapai 35 ribu ton GKP atau sekitar 17.500 ton beras. Angka ini merupakan bagian dari target tahunan sebesar 48 ribu ton GKP atau setara 24 ribu ton beras,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses pengadaan, Bulog membentuk tim khusus yang bertugas mendatangi sentra produksi pertanian dan melakukan pembelian langsung dari petani.
Dalam pelaksanaannya, tim tersebut bekerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) serta berbagai mitra pertanian di daerah.
Strategi Jemput Gabah
Menurut Syaukani, strategi jemput gabah menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga pendapatan petani. Oleh karena itu, Bulog akan terus meningkatkan penyerapan, terutama ketika musim panen raya berlangsung.
Ia menambahkan, petugas akan turun langsung ke kawasan pertanian yang sedang memasuki masa panen agar hasil produksi petani dapat terserap secara maksimal dengan harga yang menguntungkan.
Dengan masih berlangsungnya musim panen di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Bulog optimistis target pengadaan gabah tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menargetkan produksi gabah kering panen pada tahun 2026 mencapai 687.109 ton. Dari jumlah tersebut diperkirakan akan menghasilkan sekitar 384.781 ton beras.
Menurut Rahmat, pencapaian target produksi sangat bergantung pada kondisi cuaca dan keberhasilan budidaya yang dilakukan petani. Ia berharap kedua faktor tersebut dapat mendukung peningkatan hasil pertanian sepanjang tahun.
Untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, Dinas Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas lahan karena Kabupaten Lebak merupakan salah satu sentra pangan utama di Provinsi Banten.
Rahmat juga meyakini target produksi dapat direalisasikan. Keyakinan tersebut didasarkan pada kebiasaan petani yang menerapkan pola tanam serempak serta semakin luasnya penggunaan pupuk organik, yang dinilai mampu meningkatkan kualitas dan hasil panen.



