SERANG, LINIMASSA.ID – Tingkat hunian hotel di Kabupaten Serang mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama periode libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Dibandingkan tahun sebelumnya, okupansi hotel tercatat naik sekitar 50 persen.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di hotel di Kabupaten Serang dipengaruhi oleh masa libur yang lebih panjang sehingga masyarakat memiliki waktu lebih leluasa untuk berwisata bersama keluarga.
Kondisi tersebut berdampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya kawasan pantai di Kabupaten Serang.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Yurlena Rahman, mengatakan bahwa kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di Kabupaten Serang selama libur Idul Adha tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, tingkat keterisian kamar di sejumlah hotel yang berada di kawasan wisata Anyar-Cinangka bahkan mencapai 100 persen pada puncak liburan. Lonjakan pengunjung terutama terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu hingga Minggu.
Yurlena menjelaskan bahwa peningkatan okupansi hotel tahun ini mencapai sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak kunjungan terjadi pada Sabtu, dengan sebagian besar wisatawan melakukan check-out pada Minggu.
Peningkapatan Kunjungan Hotel di Kabupaten Serang
Ia mengungkapkan, sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke hotel di Kabupaten Serang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kedekatan jarak tempuh menjadi salah satu alasan utama kawasan wisata Anyar-Cinangka tetap menjadi tujuan favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan.
Menurut Yurlena, lokasi wisata pantai di Kabupaten Serang memiliki keunggulan karena dapat dijangkau dalam waktu sekitar dua jam perjalanan dari ibu kota tanpa memerlukan transportasi udara. Faktor tersebut membuat kawasan Anyar-Cinangka terus diminati wisatawan dari berbagai daerah.
PHRI Kabupaten Serang juga terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan di sektor perhotelan dan pariwisata agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang nyaman dan tertarik untuk kembali berkunjung pada masa mendatang.
Berdasarkan data yang dihimpun PHRI, mayoritas tamu hotel di Kabupaten Serang yang menginap selama libur Idul Adha berasal dari luar Provinsi Banten. Sekitar 70 persen wisatawan datang dari daerah lain, terutama kawasan Jabodetabek dan Bogor, sedangkan sekitar 30 persen merupakan warga Banten.
Tingginya tingkat kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Serang, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha perhotelan, restoran, dan sektor pendukung lainnya di kawasan wisata pantai.



