SERANG, LINIMASSA.ID – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melalui Subdit IV Tipidter menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam saksi terkait insiden ledakan yang terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Senin 25 Mei 2026.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengumpulkan informasi dan fakta guna mendukung proses penyelidikan.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menyampaikan bahwa keenam saksi yang dipanggil merupakan karyawan perusahaan tersebut.
Menurut Maruli, sebelum pemeriksaan terhadap enam pekerja itu dilakukan, tim penyelidik telah lebih dahulu meminta keterangan dari sejumlah korban serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Langkah Polda Banten tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa ledakan.
Selain mengumpulkan keterangan saksi, Polda Banten bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri juga telah melakukan pemeriksaan lanjutan di lokasi kejadian. Sebelumnya, olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan tidak lama setelah insiden berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti yang selanjutnya akan diuji secara laboratoris guna memastikan penyebab utama ledakan.
Polda Banten Ungkap Kronologi Ledakan di PT MCCI
Polda Banten juga mengungkap kronologi ledakan di PT MCCI, Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di area PTA-1 PT MCCI yang berlokasi di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon.
Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan yang disampaikan Arif Budiawan, proses produksi saat itu berjalan normal hingga tiba-tiba terdengar dentuman keras dari area produksi. Tak lama kemudian, sistem peringatan dini perusahaan aktif secara otomatis.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, manajemen segera menginstruksikan seluruh pekerja untuk melakukan evakuasi demi menjaga keselamatan mereka.
Dugaan awal menunjukkan bahwa ledakan kemungkinan dipicu oleh kebocoran pada pipa akibat tingginya tekanan suhu. Kondisi tersebut diduga menyebabkan peningkatan tekanan yang memunculkan suara ledakan keras sekaligus mengaktifkan sistem peringatan dini perusahaan.
Setelah kejadian, perusahaan langsung menghentikan sementara aktivitas pada area yang terdampak serta melakukan pemeriksaan teknis terhadap jaringan pipa dan reaktor guna memastikan keamanan instalasi.
Akibat insiden tersebut, dua pekerja mengalami luka dan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Di sisi lain, aparat kepolisian segera melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi dan melaksanakan pemeriksaan TKP. Satuan Brimob Polda Banten juga melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak terdapat material radioaktif yang menyebar ke lingkungan sekitar.
Maruli menambahkan bahwa sekitar pukul 18.00 WIB kondisi telah berangsur normal dan asap tidak lagi terlihat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi serta tetap menjaga kewaspadaan.



