linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Polresta Tangerang Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Dua Bandar Diamankan
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Polresta Tangerang Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Dua Bandar Diamankan
News

Polresta Tangerang Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, Dua Bandar Diamankan

Andra
8 Mei 2026
Share
waktu baca 2 menit
obat keras ilegal
Polres Tangerang tangkap pengedar obat keras ilegal
SHARE

TANGERANG, LINIMASSA.ID – Polresta Tangerang kembali mengungkap kasus peredaran obat keras ilegal di wilayah hukumnya.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita sebanyak 37.700 butir obat jenis tramadol dan hexymer tanpa izin edar serta menangkap dua orang yang diduga terlibat sebagai pengedar.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan, pengungkapan kasus obat keras ilegal bermula dari laporan masyarakat pada Rabu, 29 April 2026. Informasi itu menyebut adanya aktivitas jual beli obat keras ilegal di Kecamatan Gunung Kaler.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi sebuah rumah di Kampung Sumur Waru, Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, yang diduga dijadikan lokasi transaksi.

Saat melakukan pemantauan terkait peredaran obat keras ilegal, polisi menemukan seorang pria yang cirinya sesuai dengan laporan warga. Petugas kemudian mengamankan tersangka berinisial M alias Brekele (27).

Dari hasil penangkapan, polisi menemukan 100 paket kecil obat hexymer dan 1.370 lempeng tramadol atau sekitar 13.700 butir.

Obat Keras Ilegal

Tidak berhenti di situ, petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan kembali menemukan obat keras ilegal berupa 23 botol hexymer yang berisi total 23.000 butir obat keras.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, M mengaku memperoleh barang tersebut dari pria lain berinisial R alias Yoyo (35), warga Kecamatan Kronjo. Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus dan berhasil menangkap R di wilayah Kronjo.

Selain menyita puluhan ribu butir obat keras ilegal, aparat juga mengamankan barang bukti lain berupa uang tunai Rp3,5 juta, dua telepon genggam, serta plastik klip bening yang diduga digunakan untuk mengemas obat sebelum diedarkan.

Kapolresta Tangerang menegaskan, peredaran obat keras ilegal atau tanpa izin menjadi perhatian serius karena dinilai dapat membahayakan masyarakat, khususnya generasi muda, serta berpotensi memicu tindak kejahatan lainnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 435 junto Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

SDN Kademangan 02 Tangsel
Krisis Air Bersih di SDN Kademangan 02 Tangsel, DPRD Desak Pemkot Cari Solusi Permanen
Pendidikan
Kekeringan di Tangsel
Update Kekeringan di Tangsel, Keranggan Paling Parah
News
Gunung Anak Krakatau
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer dari Kawah
News
BNN Kota Tangsel
BNN Kota Tangsel Edukasi Siswa dan Guru, Cegah Peredaran Narkoba di Sekolah
Pendidikan
Sisik trenggiling
Vonis Kasus Penyelundupan 796,34 Kg Sisik Trenggiling di PN Serang Ditunda
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan