linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Kekerasan Anak di Banten Tembus 1.442 Kasus
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Kekerasan Anak di Banten Tembus 1.442 Kasus
News

Kekerasan Anak di Banten Tembus 1.442 Kasus

Andra 5 Mei 2026
Share
waktu baca 2 menit
Kekerasan anak di Banten
Ilustrasi Kekerasan anak di Banten
SHARE

LINIMASSA.ID – Kasus kekerasan anak di Banten sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 1.442 kejadian. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir.

Bahkan, hal ini sekaligus menempatkan Provinsi Banten di posisi kedelapan secara nasional dalam hal jumlah kasus kekerasan.

Data terkait kekerasan anak di Banten tersebut merujuk pada catatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui sistem Simfoni PPA hingga 31 Desember 2025.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Banten, Hendry Gunawan, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 1.114 kasus.

Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya 472 kasus kekerasan anak di Banten, peningkatannya hampir tiga kali lipat.

Ia menilai kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena menunjukkan tren peningkatan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terus berlanjut.

Kasus Kekerasan Anak di Banten

Berdasarkan sebaran wilayah, kasus kekerasan anak di Banten terbanyak terjadi di kawasan Tangerang Raya. Kota Tangerang Selatan mencatat angka tertinggi dengan 334 kasus, diikuti Kabupaten Tangerang sebanyak 321 kasus, serta Kota Tangerang dengan 276 kasus.

Wilayah lain juga menunjukkan angka yang cukup tinggi, seperti Kabupaten Serang (133 kasus), Kota Cilegon (117 kasus), Kabupaten Lebak (98 kasus), Kabupaten Pandeglang (94 kasus), serta Kota Serang (69 kasus).

Menurut Hendry, tingginya angka kekerasan anak di Banten tersebut menandakan bahwa persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan sudah bersifat sistemik dan terjadi hampir di seluruh wilayah, tidak hanya di daerah perkotaan tetapi juga di kawasan nonmetropolitan.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti adanya ketimpangan antara tingginya angka kekerasan dengan status seluruh kabupaten/kota di Banten yang telah memperoleh predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ia berharap, predikat tingginya angka kekerasan anak di Banten tersebut tidak sekadar menjadi simbol administratif, melainkan benar-benar diimplementasikan sebagai dasar untuk memperkuat perlindungan anak di lapangan.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

Korupsi
Kasus Korupsi Kerjasama Kepelabuhan, Dirut PT SBM Divonis 4 Tahun dan Dirut PT ITAI 2 Tahun
News
Miras ilegal
Puluhan Botol Miras Ilegal Diamankan Polsek Cikeusal
News
Warga Kota Serang
Aliran Kali Diduga Tercemar Limbah, Warga Kota Serang Keluhkan Bau Busuk
News
Calo tenaga kerja
Pemkab Serang Terbitkan SK Satgas Pungli untuk Tindak Calo Tenaga Kerja
News
Kabupaten Serang
1.140 Ruang Kelas di Kabupaten Serang Masih Rusak Berat
Pendidikan
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?