SERANG, LINIMASSA.ID – Manajemen PT Cipta Papperia menepis tudingan yang menyebut perusahaan menjadi penyebab pencemaran Sungai Ciujung.
Perusahaan juga membantah informasi mengenai adanya penyegelan sementara oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang.
Kepala Pabrik PT Cipta Papperia, Ahmad Satibi, menjelaskan bahwa perusahaan secara rutin melakukan pengujian kualitas air limbah setiap bulan.
Hasil pengujian tersebut kemudian dilaporkan kepada DLH Kabupaten Serang setiap tiga bulan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, seluruh hasil uji laboratorium selama ini menunjukkan bahwa kualitas air limbah yang dihasilkan perusahaan PT Cipta Papperia masih memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan.
Selain pemantauan kualitas air, perusahaan juga secara berkala melaksanakan uji emisi dan uji tingkat kebisingan. Laporan dari kedua pengujian tersebut juga disampaikan kepada DLH Kabupaten Serang setiap tiga bulan sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban lingkungan.
PT Cipta Papperia Membantah
Ahmad menegaskan, PT Cipta Papperia tidak pernah membuang limbah langsung ke Sungai Ciujung. Seluruh limbah terlebih dahulu diproses melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan tahapan pengolahan fisik, kimia, biologi, hingga bakterisasi sebelum dilepas ke badan sungai setelah memenuhi standar yang dipersyaratkan.
Ia mengungkapkan, sekitar dua pekan lalu tim dari DLH Provinsi Banten bersama DLH Kabupaten Serang telah mengambil sampel air di outlet IPAL milik perusahaan.
Namun hingga kini pihak perusahaan belum menerima hasil pemeriksaan maupun rekomendasi resmi dari instansi terkait.
Terkait kabar penyegelan, Ahmad memastikan informasi tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa kegiatan operasional PT Cipta Papperia tetap berlangsung normal tanpa adanya penghentian aktivitas.
Meski demikian, sebelum proses pengambilan sampel dilakukan, DLH telah menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan yang harus dipenuhi perusahaan.
Saat ini, berbagai rekomendasi tersebut sedang dalam tahap pelaksanaan, seperti pengelolaan limbah MCK agar seluruh alirannya masuk ke IPAL, penataan jalur pembuangan, serta pemindahan flow meter sesuai ketentuan. Perusahaan diberikan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk menyelesaikan perbaikan tersebut.
Ahmad juga menyampaikan bahwa kondisi pencemaran Sungai Ciujung justru turut berdampak terhadap operasional perusahaan.
Pasalnya, air sungai menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses produksi sehingga kualitas air yang menurun membuat perusahaan harus melakukan proses penjernihan tambahan. Kondisi tersebut menyebabkan penggunaan bahan kimia untuk pengolahan air menjadi lebih besar.
Ia menambahkan, apabila hasil uji dari DLH telah diterima dan memuat rekomendasi lanjutan, PT Cipta Papperia menyatakan siap melaksanakan seluruh arahan yang diberikan sebagai bentuk komitmen terhadap pengelolaan lingkungan.

