LEBAK, LINIMASSA.ID – Warga Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, mengaku resah akibat bau tak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan limbah ayam. Aroma menyengat tersebut dilaporkan menyebar hingga ke area permukiman.
Keluhan disampaikan oleh warga di Kampung Cibuntu, Cibenter, Jogjog, dan Madang. Pada Rabu (28/1/2026), bau menyengat dirasakan semakin kuat, terutama saat suhu udara panas dan angin mengarah ke kawasan tempat tinggal warga.
Warga menyebut, gangguan bau ini sebenarnya telah dirasakan hampir selama satu tahun. Namun dalam beberapa bulan terakhir kondisinya semakin memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Tak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, warga juga khawatir dampak limbah tersebut dapat merusak lingkungan. Beberapa tanaman di sekitar lokasi dilaporkan mulai mengering, sementara lahan pertanian milik warga dikhawatirkan ikut terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan masyarakat.
Ia memastikan DLH Lebak akan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi untuk menelusuri sumber bau serta aktivitas yang diduga menjadi penyebab pencemaran.
“Kami akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung. Jika ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Irvan, Kamis (29/1/2026).
Bau Limbah Ayam di Lebak
Irvan juga mengimbau masyarakat agar segera menyampaikan laporan resmi ke DLH agar proses penanganan bau limbah ayam dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Silakan warga melapor ke kami, supaya bisa segera ditindaklanjuti dan diketahui dampak pastinya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT Kampung Cibuntu, Sibli, membenarkan adanya keluhan warga terkait bau limbah ayam tersebut. Menurutnya, aroma menyengat kerap tercium sejak siang hingga sore hari.
“Kalau cuaca panas, baunya makin kuat. Warga jelas merasa terganggu,” katanya.
Ia menegaskan, warga tidak menolak keberadaan usaha atau investasi di wilayahnya. Namun, ia meminta agar aktivitas usaha dijalankan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
Keluhan serupa juga disampaikan Madin, warga Kampung Cibuntu. Ia mengaku bau limbah tersebut sering membuatnya merasa mual hingga muntah.
“Baunya seperti bangkai, sangat menyengat. Kadang sampai bikin muntah,” ungkapnya.



