linimassa.id – Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengumumkan rencananya untuk mengundurkan diri pada 15 Mei 2024 mendatang.
Kantor Perdana Menteri Singapura menyampaikan bahwa Lee telah merekomendasikan Deputi Perdana Menteri, Lawrence Wong, sebagai penggantinya kepada Presiden Tharman Shanmugaratnam.
“Dengan hormat, Lee Hsien Loong akan secara resmi mengusulkan kepada Presiden agar menunjuk Deputi Perdana Menteri serta Menteri Keuangan, Lawrence Wong, untuk menggantikannya,” demikian pernyataan resmi dari Kantor Perdana Menteri Singapura.
Dukungan Penuh dari Partai Aksi Rakyat (PAP)
Kantor Perdana Menteri Singapura juga menegaskan bahwa Lawrence Wong mendapatkan dukungan penuh dari seluruh anggota Parlemen Singapura yang berasal dari Partai Aksi Rakyat (PAP), partai yang membentuk pemerintahan Singapura saat ini.
Dengan 79 kursi dari total 104 kursi Parlemen, PAP memiliki mayoritas yang memastikan calon yang mereka dukung akan mendapat persetujuan mayoritas di Parlemen.
Pernyataan resmi tersebut juga mengungkapkan bahwa perdana menteri yang baru akan dilantik oleh Presiden Shanmugaratnam pada 15 Mei 2024 di Istana Negara Singapura pukul 8 pagi waktu setempat.
Meskipun pengumuman tersebut tidak menjelaskan alasan di balik pengunduran Lee, yang saat itu berusia 72 tahun dan telah menjabat sebagai perdana menteri selama 20 tahun, peralihan kekuasaan ini memiliki dampak penting bagi Singapura.
Sejak kemerdekaannya dari Malaysia pada 1965, Singapura hanya mengalami dua kali pergantian kepala pemerintahan. Lee Kuan Yew, perdana menteri pertama, menjabat selama 31 tahun sejak 1959 hingga 1990. Goh Chok Tong kemudian menggantikannya hingga tahun 2004, sebelum digantikan oleh Lee Hsien Loong.
Transisi Kepemimpinan
Pentingnya peran Lee Kuan Yew dalam sejarah Singapura membuat Lee Hsien Loong menunjuknya sebagai Menteri Mentor untuk mengawasi transisi kepemimpinan dari tahun 2004 hingga 2011. Dengan demikian, peralihan jabatan dari Lee Hsien Loong ke Lawrence Wong pada 15 Mei mendatang akan menjadi transisi ketiga kepemimpinan di negara tersebut. (AR)



