linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Mimikri, Kemampuan Adaptasi Menyamar
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Mimikri, Kemampuan Adaptasi Menyamar
Gaya Hidup

Mimikri, Kemampuan Adaptasi Menyamar

Hilal Ahmad 9 Februari 2024
Share
waktu baca 4 menit
Mimkri bunglon. (Foto : Popmama)
Mimkri bunglon. (Foto : Popmama)
SHARE

linimassa.id – Beberapa hewan di muka bumi, memiliki kemampuan adaptasi tingkah laku dengan lingkungannya untuk melindungi diri dan berburu mangsa.

Salah satunya adalah mimikri.  Mimikri adalah kemampuan hewan untuk memakai bagian tubuhnya atau warna kulitnya agar dapat menyerupai sesuatu, bisa saja hewan lainnya, benda, perilaku atau bahkan suara.

Mimikri tidak berarti hewan mengubah tubuhnya tetapi hanya menyesuaikan tubuhnya sesuai lingkungan atau hewan lain.

Umumnya hewan-hewan yang memiliki kemampuan ini memilih tempat tinggal yang sesuai dengan bentuk atau warna tubuhnya sehingga dapat dimanfaatkan untuk berburu atau berlindung.

 

Mimikri dan Kamuflase

Hewan yang melindungi dirinya dengan mimikri adalah cara yang efektif. Mereka akan mengubah perilakunya atau diam di depan latar belakang lingkungannya untuk membuat mereka menjadi samar.

Selain mimikri, ada juga pertahanan hewan dalam melawan pemangsa yakni kamuflase. Arti kamuflase adalah suatu tanda atau warna yang membantu hewan bersembunyi pada lingkungannya dari pemangsa.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, kamuflase atau pewarnaan tersamar (cryptic coloration), juga kerap dikatakan sebagai pertahanan pasif yang membuat hewan mangsa sulit ditemukan. Hal ini terjadi karena warna latar belakangnya yang hampir sama.

Meskipun berbeda, mimikri dan kamuflase memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mengelabui predator terhadap keberadaan suatu organisme dengan lingkungannya.

Dengan berkamuflase, hewan akan memiliki kesamaan dengan latar belakang tempat ia berada. Penampakan makhluk hidup ini seperti, seakan memberitahu predatornya untuk menjauh, sehingga hewan tersebut dapat menjalani hidupnya dengan perlindungan tambahan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

 

Bunglon dan Kumbang

Bunglon adalah hewan yang memiliki kemampuan mimikri. Bunglon mengelabui musuhnya dengan mengubah warna kulitnya.

Jika berada di dedaunan, warna kulit bunglon menjadi hijau. Sebaliknya, apabila berada di tanah, warna kulit bunglon menjadi seperti tanah (kecoklatan).

Kumbang kura-kura emas warnanya dapat berubah mengikuti musim atau saat mereka merasa gelisah karena suatu ancaman. Katak pohon pasifik Katak pohon pasifik adalah hewan yang habitatnya tersebar di wilayah pantai bagian Barat Amerika.

Hewan ini memiliki kemampuan mimikri. Perubahan warnanya pun bisa beragam tergantung tempat, suhu, hingga musim di habitatnya.

Kemampuan mimikrinya dapat digunakan untuk mencari makan dan melindungi diri dari predator.

 

Gurita Penyamar dan Sotong

Banyak tekstur dan berbagai benda yang dapat ditiru oleh gurita ini seperti bebatuan, pasir laut, kerang, ikan pipih, dll. Kemampuan mimikrinya selain untuk memudahkan dalam memangsa seperti hewan kecil, berguna untuk menghindari bahaya predator lain.

Beberapa jenis sotong memiliki kemampuan mimikri yaitu mengubah warna pada kulitnya saat dikejar pemangsa. Sotong akan mengubah warnanya sesuai dengan lingkungan sekitarnya, sehingga menjadikannya sulit ditangkap.

 

Serangga

Belalang daun merupakan serangga kecil yang tubuhnya mirip seperti sehelai daun berwarna hijau. Hewan ini menggunakan kemampuan mimikrinya agar terlihat seperti daun hijau di batang pohon.

Belalang daun menggunakan kemampuan mimikri mereka untuk dua hal utama, yaitu berburu serangga yang menjadi mangsanya juga untuk menghindari hewan predator.

Ngengat kepala maut memiliki corak tubuh yang mirip dengan lebah, tetapi ini bukanlah cara mereka melakukan mimikri.

Hewan ini mampu mengeluarkan aroma yang mirip dengan aroma lebah madu. Aroma inilah yang memungkinkan ngengat ini masuk ke sarang lebah dan memakan madu tanpa dibunuh atau diserang oleh lebah di sana.  Banyak juga yang berpendapat jika hewan ini mengeluarkan suara mirip suara ratu lebah, sehingga mendapat perlindungan ekstra. (Hilal) 

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?