linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat Pasca Kerusuhan dan Kekerasan
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pemerintahan > Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat Pasca Kerusuhan dan Kekerasan
Pemerintahan

Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat Pasca Kerusuhan dan Kekerasan

Arief
13 Januari 2024
Share
waktu baca 2 menit
Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat
Papua Nugini Umumkan Darurat Keadaan
SHARE

linimassa.id – Otoritas Papua Nugini mengambil tindakan tegas menyusul kerusuhan dan kekerasan yang terjadi, dengan Perdana Menteri James Marape mengumumkan keadaan darurat selama 14 hari. Puluhan ribu orang turun ke jalan pada Rabu (10/1/2024) untuk menyuarakan protes terkait pemotongan gaji pegawai negeri, yang kemudian berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan di ibu kota Port Moresby.

Perdana Menteri Marape memberhentikan beberapa pejabat, mencakupnya dalam tanggapan darurat, dan menyiagakan lebih dari 1.000 tentara. Dalam pengumuman tersebut, Marape menyatakan, “Kami memasuki keadaan darurat untuk menstabilkan keamanan dan ketertiban masyarakat.” Tindakan ini diambil setelah insiden tragis yang menewaskan sedikitnya 16 orang.

Pada Jumat pagi, Port Moresby mencoba kembali ke “normal baru” dengan polisi dan tentara yang berpatroli di jalan-jalan. Meskipun antrean panjang di pompa bensin terlihat, pihak berwenang memastikan bahwa pusat perbelanjaan, terutama supermarket, akan dibuka kembali dengan peningkatan keamanan.

Matt Cannon dari St John Ambulance menyatakan, “Kami memperkirakan supermarket yang berfungsi akan dibuka kembali hari ini dan saya dengar mereka telah meningkatkan keamanan untuk melayani orang dalam jumlah besar.”

Pada hari Jumat, Marape dihadapkan dengan seruan pengunduran diri, termasuk dari mantan perdana menteri Peter O’Neill. Sementara polisi dan pegawai negeri awalnya melakukan protes terkait pemotongan gaji, kerusuhan massal terjadi dan menewaskan sembilan orang di Port Moresby dan tujuh orang di Lae, menurut laporan stasiun televisi nasional Australia, ABC.

Empat orang tewas akibat tembakan dari seorang pemilik bisnis di pinggiran ibu kota. Lebih dari 50 orang dirawat karena cedera di rumah sakit umum Port Moresby, beberapa di antaranya mengalami luka tembak dan pisau. Mantan perdana menteri Peter O’Neill menyebut peristiwa ini sebagai “hari paling kelam dalam sejarah negara tersebut.”

Tentu saja, tindakan keras ini menciptakan ketegangan dan kritik terhadap pemerintah, menuntut tanggapan yang memadai dan solusi terhadap tuntutan masyarakat. (AR)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Kejari Kota Tangsel
Kejari Kota Tangsel Musnahkan Barang Bukti dari 124 Perkara, Narkoba Paling Mendominasi
News
Air sungai di Lebak
Gegana Brimob Ambil Sampel Air Sungai di Lebak, Diduga Terkait Aktivitas Pembangkit Listrik
News
Ganja
BNN Banten Musnahkan 15,4 Kilogram Ganja, Disita dari Penumpang Bus
News
Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata, Kerugian Disebut Capai Belasan Miliar
News
Mal Ramayana
Pria 26 Tahun Tewas Jatuh dari Mal Ramayana Kota Serang, Diduga dalam Pengaruh Alkohol
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan