linimassa.id – Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mendorong visi Kota Depok sebagai kota ramah gender dengan merumuskan impian tersebut ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045.
“Fasilitas ramah gender dengan nuansa kesetaraan bahwa tidak hanya anak-anak yang perlu dilayani, tetapi juga remaja pemuda, lansia dan juga segala profesi,” katanya, usai membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJPD Kota Depok Tahun 2025-2045 di Aula Lantai 10 Gedung Dibaleka II, Kamis (28/12/23).
Menurutnya, fasilitas ramah gender tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga remaja, pemuda, lansia, dan berbagai profesi.
Wali Kota, yang akrab disapa Kiai Idris, mengusulkan pembangunan gedung wanita sebagai tempat berkegiatan para perempuan di Kota Depok. Rencananya, gedung tersebut akan mencakup Youth Center dengan beragam kegiatan fisik dan nonfisik, serta taman lansia. Hal ini dianggapnya sebagai bentuk ruang publik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kelompok.
“Wacana saya, cita cita dan mimpi saya, kita punya gedung wanita, dimana banyak wanita bisa berkegiatan di sana, ada Youth Center dengan berbagai kegiatannya fisik, nonfisik dan juga ada taman lansia, ungkapnya.
Idris menyebut bahwa konsep ini sejalan dengan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditetapkan oleh PBB. Dia menyatakan bahwa sekitar 65 persen dari tujuan SDGs sudah terlaksana di Kota Depok, seperti penurunan prevalensi stunting dan pengurangan tingkat kemiskinan.
Wali Kota berharap bahwa proses perumusan RPJPD dapat diselesaikan pada akhir tahun 2024. Dengan begitu, implementasi dapat dimulai pada tahun 2025. Hal ini juga akan sejalan dengan visi misi Wali Kota terpilih untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode pertama 2025-2030. (AR)


