linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Skateboard, Berawal dari Meluncur di Jalanan California
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Skateboard, Berawal dari Meluncur di Jalanan California
Gaya Hidup

Skateboard, Berawal dari Meluncur di Jalanan California

Hilal Ahmad 27 Desember 2023
Share
waktu baca 6 menit
Skateboard (Foto : Superlive)
Skateboard (Foto : Superlive)
SHARE

linimassa.id – Skateboard atau papan luncur memiliki empat roda dan digunakan untuk aktivitas meluncur.

Contents
Kalangan MudaAsal MulaPopuler

Papan ini memiliki tenaga yang dipacu dengan mendorong menggunakan satu kaki sementara kaki yang satunya berada di atas papan.

Bisa juga sang pengguna berdiri di atasnya sementara papan ini meluncur ke bawah pada sebuah turunan yang curam dan dengan ini menggunakan gaya gravitasi sebagai pemacu.

Berbeda dengan bentuk olahraga lainnya tidak ada badan resmi yang menentukan bentuk papan luncur yang baku sehingga bentuknya ada bermacam-macam.

 

Kalangan Muda

Skateboard adalah olahraga menggunakan papan luncur beroda yang banyak digemari kalangan anak muda.

Sebelum menjadi cabang olahraga, skateboard mulanya hanya dikategorikan sebagai alat transportasi, hiburan, seni, dan gaya hidup. Saat ini, skateboard termasuk dalam olahraga profesional yang memiliki kompetisi resmi, bahkan termasuk cabang olahraga dalam Olimpiade.

Skateboard berkembang menjadi subkultur di kalangan anak muda dan olahraga alternatif saat cabang olahraga lain banyak dikuasai oleh orang dewasa.

 

Asal Mula

Awal kemunculan Skateboard pertama kali muncul pada 1950-an di California Selatan, Amerika Serikat.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Saat itu, papan yang digunakan masih sangat sederhana dan biasanya menggunakan roda dari sepatu roda yang dibuat sendiri. Di era itu, California menjadi pusat permainan skateboard.

Gang-gang belakang gedung pun banyak dimanfaatkan sebagai arena bermain skateboard. Pada 1959, untuk pertama kalinya, skateboard muncul secara komersial dan mulai diperjual belikan.

Bill Richard, seorang pemilik toko selancar LA, bekerja sama dengan Chicago Roller Skate Company membuat papan skateboard untuk dijual. Dari situ, skateboard menyebar ke negara bagian Amerika lainnya.

Pada awal 1960-an, perusahaan skateboard seperti Hobie dan Mahaka mulai mengiklankan skating atau bermain skateboard sebagai sidewalk surfing, atau alternatif berselancar ketika ombak di laut sedang datar.

Pada 1963, Makaha membentuk tim skateboard profesional pertama. Di waktu yang sama, kompetisi skateboard pertama diadakan di Hermosa, California. Kompetisi ini berisi perlombaan gaya bebas dan meluncur menuruni bukit.

Popularitas skateboard sempat menurun pada 1965, yang disebabkan oleh iklan media yang menggambarkan skateboard sebagai olahraga ekstrem dan berbahaya. Alhasil, orang-orang lebih memilih menyaksikan kompetisi sepatu roda, dibanding kompetisi skateboard.

Popularitas skateboard kembali naik pada 1973. Frank Nasworthy memperkenalkan roda skateboard berbahan dasar urethane, menggantikan skateboard dari 1950 dan 1960-an yang rodanya berbahan dasar tanah liat.

Bentuk papan skateboard juga mengalami perubahan dengan ditemukannya kicktail, bagian ujung skateboard yang terangkat. Penemuan ini menandakan era baru dalam dunia skateboard.

Pada 1976, skatepark pertama di dunia dibangun di Florida, yang disusul munculnya beberapa skatepark di berbagai negara bagian Amerika, bahkan di Eropa dan Asia. Skatepark dibangun menyerupai kolam kosong dengan berbagai lereng dan permukaan miring.

Peristiwa kembalinya popularitas skateboard pun diabadikan dalam sebuah film berjudul Lords of Dogtown, yang rilis pada 2005.

Pada era 1980-an, para pemain skateboard membangun arena mereka sendiri di tengah perkotaan. Skatepark tidak lagi dibangun, karena biaya asuransi yang mahal, ditambah kegiatan skating yang rawan cidera dan banyak pihak tidak menyetujui pembangunan skatepark.

Para pemain skateboard juga menciptakan gaya baru yang dikenal dengan sebutan street style atau gaya jalanan.

Musik punk rock dan pakaian baggy atau longgar menjadi identitas baru subkultur skateboard jalanan, yang menyebar secara cepat melalui video-video yang menampilkan para pemain skateboard andal, seperti Tony Hawk dan Steve Caballero.

 

Populer

Pada 1995, televisi kabel olahraga ESPN mensponsori  acara bertajuk X-Games, yakni sebuah festival olahraga alternatif seperti skatebaoard dan snowboarding.

Festival ini memberikan banyak eksposur pada skateboard dan mengesahkannya menjadi cabang olahraga profesional. Pada 27 Juni 1999, atlet profesional skateboard, Tony Hawk, mencatat sejarah dengan melakukan gaya 900.

Gaya ini dilakukan dengan berputar di udara menggunakan skateboard sebanyak 900 derajat putaran, yang diakui sebagai salah satu trik skateboard tersulit. Tony Hawk menjadi idola baru tidak hanya di kalangan pemain skateboard, tapi juga anak muda di seluruh dunia.

Bahkan dirinya tampil dalam banyak video game skateboard, seperti dalam permainan waralaba, Tony Hawk Pro Skater. Selain Tony Hawk, beberapa atlet profesional lain juga menjadi idola di dunia skateboard. Salah satunya Rodney Mulen, atlet skateboard yang menemukan beberapa trik flip pada 1980-an.

Sejak itu, Pertumbuhan skateboard berlangsung begitu cepat dan setiap tahunnya diadakan festival skateboard semacam X Games.

Pemain-pemain baru juga bermunculan, bahkan para wanita mulai memadati dunia skateboard. Pada 2004, International Association of Skateboard Companies (IASC) menggagas Hari Skateboard, yang kemudian ditetapkan pada 21 Juni.

Hingga saat ini, setiap 21 Juni diperingati sebagai World Skateboarding Day atau Hari Skateboard Dunia. Pada Olimpiade tahun 2020 di Tokyo, skateboard melakukan debutnya sebagai cabang olahraga baru.

Peristiwa itu menandakan bahwa skateboard tidak lagi dianggap sebagai kegiatan jalanan atau olahraga kelas dua, tetapi sudah menjadi olahraga profesioanl yang bisa dinikmati semua kalangan. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?