linimassa.id – Gelombang Serangan Bandit Sejak Sabtu Hingga Senin, Setidaknya 160 orang tewas dalam serangkaian serangan yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata atau bandit di desa-desa wilayah tengah Nigeria. Pejabat Pemerintah Nigeria melaporkan bahwa serangan tersebut berlangsung sejak Sabtu hingga Senin (25/12/2023) lalu.
Angka korban tewas terus meningkat drastis sejak pertama kali dilaporkan oleh tentara, yang awalnya mencatat 16 korban tewas pada Minggu. Selain korban jiwa, 300 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Pejabat setempat, Kepala Pemerintahan lokal di Bokkos, Negara Bagian Plateau, Monday Kassah, menyatakan bahwa kelompok bersenjata melancarkan serangan secara terkoordinasi, menyerang setidaknya 20 komunitas berbeda, dan membakar rumah-rumah korbannya. Kelompok tersebut tercatat telah menyebabkan 113 kematian pada hari Sabtu hingga Senin dini hari.
Dickson Chollom, seorang anggota parlemen negara bagian, mengutuk serangan tersebut dan meminta pasukan keamanan untuk bertindak cepat. Sejumlah desa di kawasan Barkin Ladi juga dilaporkan mengalami serangan, dengan setidaknya 50 orang tewas.
Gubernur Negara Bagian Plateau, Caleb Mutfwang, menyebut serangan itu sebagai tindakan biadab, brutal, dan tidak dapat dibenarkan. Pemerintah setempat berjanji untuk mengambil langkah-langkah proaktif untuk menghentikan serangan tersebut.
Wilayah tengah Nigeria telah lama dilanda ketegangan agama dan etnis. Serangan oleh milisi bandit dan konflik sumber daya alam antara penduduk nomaden dan petani semakin memperumit situasi.
Pemerintah Nigeria mendapat kritik dari Amnesty International yang menilai bahwa pihak berwenang gagal mengakhiri serangan mematikan terhadap komunitas pedesaan di Negara Bagian Plateau.
Sumber dari wilayah tersebut melaporkan bahwa suara tembakan masih terdengar pada Senin sore. Nigeria barat laut dan tengah telah lama diteror oleh milisi bandit yang beroperasi dari basis di dalam hutan dan menyerbu desa-desa untuk menjarah dan menculik penduduk. Tantangan keamanan di wilayah ini semakin rumit dengan kehadiran para jihadis di timur laut Nigeria sejak 2009. (AR)


