linimassa.id – Sudah tahu belum kalau matcha dan green tea adalah dua hal berbeda? Keduanya berasal dari tumbuhan yang sama, yaitu Camellia sinensis. Meski begitu, terdapat perbedaan antara keduanya dalam segi pengolahan, rasa, dan produk akhir.
Halodoc menyebut, the hijau merupakan salah satu bahan pangan yang naik daun belakangan ini. Meski penggunaannya sudah dilakukan sejak beratus-ratus tahun lalu, sekarang ini green tea menjadi bahan yang populer bagi segala kalangan baik untuk kepentingan diet atau kesehatan tertentu.
Salah satu jenis teh hijau yang kerap namanya terdengar akhir-akhir ini adalah matcha. Nah, mungkin selama ini kitamengira matcha hanyalah nama lain dari teh hijau. Nyatanya, terdapat perbedaan antara keduanya dalam aspek bentuk, proses pengelolaan, dan juga beberapa manfaatnya. Simak berikut ini untuk mengetahui perbedaan matcha dan green tea!
Camellia sinensis merupakan tumbuhan yang juga menghasilkan jenis-jenis teh lain seperti teh hitam dan teh oolong.
Perbedaan
Matcha merupakan salah satu jenis dari teh hijau dengan proses penumbuhan dan pemrosesan yang khusus.Perbedaan matcha dan green tea berada pada proses produksinya serta hasil akhir produk.
- Pengolahan
Dalam proses pengolahan teh hijau, produsen teh akan memanen daun teh dan segera memanaskannya dengan cara mengukus, membakarnya di wajan, atau mengeringkan di bawah matahari. Tujuannya adalah untuk menghindari oksidasi daun agar tidak berubah warna menjadi cokelat. Setelah daun mengering, teh hijau siap untuk konsumsi.
Sementara itu, pengolahan matcha cenderung lebih hati-hati. Tumbuhan teh untuk matcha biasanya ditanam mendekati masa panen di area yang tidak terkena banyak matahari. Tujuannya adalah untuk mengontrol variabel produksi sehingga rasa dan karakteristik akhirnya sesuai dengan matcha pada umumnya.
Proses pengeringan matcha setelah panen juga harus secara cepat agar tidak terjadi oksidasi. Jika teh sudah kering, produsen akan menggiling daun tanpa batang dan serat daunnya agar menjadi bubuk. Warna normal untuk bahan ini adalah hijau terang, bukan hijau tua.
- Rasa
Soal rasa, terdapat pula perbedaan antara matcha dan green tea. Teh hijau memiliki rasa yang cenderung sepat namun ringan dan menyegarkan. Sementara itu, matcha memiliki rasa sedikit pahit dan manis, dan tajam atau earthy. Orang-orang juga terkadang menyebut matcha sebagai bentuk teh hijau yang terkonsentrasi.
- Produk Akhir
Sebagai menu sehat, biasanya kamu akan mengonsumsi teh hijau dalam bentuk daun cacah atau teh kantong. Cukup dengan mencampurkan teh hijau dengan air panas, kamu bisa langsung menikmatinya sebagai minuman hangat. Beberapa orang lebih suka menambahkan gula, lemon, ataupun madu sebagai perasa.
Sementara itu, matcha umumnya bisa kamu dapatkan dalam bentuk bubuk untuk kemudian kamu campurkan dengan bahan lain. Pertama-tama air panas akan ditambahkan pada matcha untuk membentuk teh.
Terkadang, menggunakan alat pengocok dari bambu bisa membantu mengurangi gumpalan bubuk matcha dan membuat rasa minumannya lebih konsisten. Setelah itu, matcha dapat kamu kreasikan dengan tambahan susu untuk membuat matcha latte.
- Budidaya
Matcha dan teh hijau dibudidayakan dan diolah dengan cara berbeda. Secara umum, teh hijau ditanam di bawah sinar matahari langsung. Lalu, proses pengeringannya menggunakan metode artisanal.
Sedangkan, matcha ditanam di tempat yang teduh dan tidak terkena matahari langsung. Semak tanaman ini harus dilindungi dari matahari, kira-kira sekitar 20 hingga 30 hari sebelum dipanen.
Setelah dipanen, urat dan batang diambil dari daun. Lalu, daunnya ditumbuk sampai menjadi bubuk yang dikenal dengan nama matcha.
- Cara Konsumsi
Cara mengonsumsi green tea dan matcha pada dasarnya berbeda. Matcha dibuat dengan mencampurkan 1 sdt bubuk matcha ke dalam air panas. Kemudian, bubuk matcha diaduk sampai tidak ada lagi gumpalan terlihat.
Beberapa kafe atau kedai teh sering mencampur matcha dengan tambahan gula, susu, atau bahan lain sebagai pemikat selera.
Sementara, cara mengonsumsi teh hijau cukup sederhana. Sama dengan teh lainnya, Anda dapat menyeduh kantung atau daun teh hijau dengan air panas, rendam sebentar, lalu angkat.
- Perbedaan Warna
Jika green tea dan matcha diletakkan berdekatan, akan terlihat perbedaan warna dari keduanya. Jika green tea diseduh, warna yang muncul adalah hijau bening atau lebih jernih dibandingkan matcha.
Sedangkan, matcha akan memberikan warna hijau yang lebih terang dan pekat. Sebab, kandungan klorofil di dalam matcha lebih tinggi dibandingkan teh hijau.
- Perbedaan Tekstur
Tekstur juga merupakan salah satu faktor mencolok yang membedakan matcha dan green tea.
Green tea teksturnya tidak jauh beda dengan teh lain pada umumnya, yakni seperti daun kering yang dihancurkan dan terasa berpasir. Sedangkan, matcha memiliki tekstur seperti bedak tabur yang terasa halus.
- Kafein Matcha Lebih Banyak
Karena cara budidayanya berbeda, maka kandungan kafein teh hijau dan matcha tidak sama.
Secangkir teh hijau mengandung sekitar 28 mg kafein. Sementara, secangkir matcha mengandung kafein lebih banyak yaitu sekitar 70 mg.
- Kandungan Antioksidan dan Asam Amino
Katekin adalah antioksidan kuat yang dapat meningkatkan metabolisme, daya tahan, serta mengurangi radikal bebas dan racun sehingga Anda lebih terlindungi dari berbagai penyakit. (Hilal)



