linimassa.id – Saffron merupakan salah satu jenis rempah asal Asia yang cukup populer. Rempah ini adalah bagian bunga dari tanaman Crocus Sativus yang berbentuk seperti benang kering.
Umumnya, rempah yang satu ini digunakan untuk berbagai masakan, terutama sebagai pewarna dan penambah aroma.
Saffron juga sering dibuat menjadi obat-obatan herbal. Saffron mengandung berbagai bahan kimia baik yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Bahkan, beberapa kandungannya mampu membantu mengatasi berbagai macam penyakit.
Manfaat saffron adalah untuk mengatasi kram menstruasi, mengurangi sindrom pramenstruasi, penurunan berat badan, hingga membantu mengendalikan gejala kejang pada beberapa penyakit tertentu. Saffron juga bermanfaat untuk mengatasi disfungsi ereksi, depresi, hingga penyakit Alzheimer.
Mengonsumsi rempah saffron bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan alternatif. Meskipun begitu, perlu mengetahui berbagai risiko efek samping yang mungkin terjadi. Terlebih, jika Anda memiliki beberapa kondisi seperti sedang hamil, menyusui, hingga gangguan bipolar.
Untuk lebih aman, perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar bisa mendapatkan saran yang tepat sesuai kondisi.
Manfaat
Safron banyak digunakan sebagai ramuan obat selama ribuan tahun. Berdasarkan penelitian, bunga kemerahan ini memiliki beragam kandungan baik yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan dari saffron adalah sebagai berikut:
Pereda PMS
Manfaat saffron adalah untuk meredakan gejala pramenstruasi (PMS). Seperti diketahui, sindrom PMS dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari nyeri panggul hingga munculnya jerawat. Bagi banyak orang, PMS juga memengaruhi kesehatan mental mereka, menyebabkan kecemasan, depresi, dan perubahan suasana hati.
Kaya Antioksidan
Manfaat saffron didapatkan dari kandungan antioksidannya. Seperti banyak bumbu rempah lainnya, saffron mengandung sumber antioksidan tinggi. Zat ini mampu bekerja membantu melawan kerusakan sel dan dapat mencegah kanker atau penyakit lainnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa antioksidan dalam saffron berpotensi meningkatkan kesehatan untuk otak dan sistem saraf.
Membantu Menurunkan Berat Badan
Manfaat saffron berikutnya adalah membantu menurunkan berat badan. Berdasarkan satu studi pada sekelompok wanita menemukan bahwa mengonsumsi saffron membantu mereka mengendalikan nafsu makan bahkan efektif mengurangi kebiasaan ngemil. Meskipun begitu, manfaat ini tidak bisa didapatkan hanya dengan mengonsumsi saffron saja, tetapi perlu dikombinasikan dengan diet sehat dan seimbang, serta rutin berolahraga.
Mengobati Disfungsi Ereksi
Mengobati disfungsi ereksi juga termasuk salah satu manfaat rempah saffron yang bisa didapatkan. Bagi orang yang mengalami masalah disfungsi ereksi memang membutuhkan beberapa pengobatan untuk membantu mempertahankan ereksi.
Mengobati Alzheimer
Sebenarnya, memang tidak ada obat pasti yang dapat digunakan untuk penyakit Alzheimer. Namun, berdasarkan penelitian konsumsi saffron dapat membantu memperlambat perkembangan dan meredakan berbagai gejala Alzheimer. Bahkan, dikatakan saffron sama efektifnya dengan resep obat ringan dan sedang yang biasa diberikan pada pasien Alzheimer.
Mengobati Kejang
Manfaat saffron bagi kesehatan selanjutnya yaitu dapat mengobati kejang. Dalam hal ini, saffron digunakan sebagai obat antikonvulsan (antikejang) dalam pengobatan rakyat Iran. Beberapa penelitian dalam model biologis menunjukkan bahwa konsumsi saffron dapat mempersingkat beberapa jenis kejang. Namun, ini masih membutuhkan uji klinis yang lebih besar untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara kerjanya.
Mengobati Depresi
Manfaat saffron bagi kesehatan yang terakhir, yaitu dapat mengobati depresi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi saffron dapat membantu mengatasi gejala depresi. Meski begitu, ini masih membutuhkan studi lanjutan untuk melihat hasil jangka panjang ketika saffron digunakan sebagai obat pengganti depresi. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum Anda mencoba pengobatan ini.
Efek Samping
Dalam hal ini, perlu memperhatikan dosis ukuran yang tepat untuk mendapatkan berbagai manfaatnya. Berdasarkan rekomendasi, saffron baik dikonsumsi dengan dosis hingga 100 mg per hari hingga 26 minggu.
Setelah konsumsi ini, mungkin akan mengalami beberapa gejala efek samping seperti kantuk, masalah perut , dan mual atau muntah. Reaksi alergi juga mungkin saja terjadi. Meski begitu, beberapa efek samping ini tergolong umum terjadi sehingga tidak akan menimbulkan dampak buruk yang lama.
Untuk menghindari risiko yang lebih parah, sebaiknya tetap mengonsumsi saffron dalam dosis yang aman. Hindari konsumsi saffron dengan dosis 5 gram atau lebih besar, sebab tidak akan mendapat manfaat, melainkan racun dari kandungan saffron yang berlebihan. (Hilal)



