linimassa.id – Telur puyuh yang kerap dijajakan pedagang asongan di jalan, memiliki manfaat kesehatan loh. Sudah tahu?
Dilansir dari laman Hello Sehat, telur yang dihasilkan dari burung puyuh dengan bentuk kecil dan bisa dijadikan isi sayur sop atau dijadikan sate pendamping bubur ayam ini memiliki kaya gizi.
Telur yang mengandung vitamin A hingga B1,B B3, dan B6 ini juga merupakan alternatif pengganti telur ayam. Serta ada beberapa manfaat untuk bayi maupun anak.
Memiliki rasa yang hampir sama dengan telur ayam, telur puyuh berasal dari burung puyuh yang ditemukan di Eropa, Afrika Utara, Asia, dan Amerika Serikat bagian selatan.
Benda ini berwarna putih dan cokelat dengan bintik cokelat tua, dan lebih kecil dari telur ayam. Ini manfaatnya untuk kesehatan:
- Tinggi Protein
Sama seperti telur ayam, telur puyuh termasuk makanan tinggi protein. Satu porsinya (5 butir) mengandung 5,85 gram protein yang jumlahnya hampir sama seperti satu butir telur ayam.
Kandungan protein diperlukan tubuh untuk dijadikan sumber energi, menjaga stamina, memelihara kesehatan kulit dan rambut, serta membangun dan menguatkan massa otot.
- Antioksidan
Sebuah penelitian dalam jurnal European journal of nutrition (2018) melakukan uji coba pada hewan mengenai penggunaan telur puyuh untuk mencegah kerusakan sel testis akibat radikal bebas.
Riset ini memberikan ekstrak telur puyuh pada tikus dengan diabetes. Hasil riset selama tujuh minggu menunjukkan adanya perbaikan sel testis pada tikus.
Hal itu diduga karena kandungan antioksidan yang dapat membantu memperbaiki kerusakan sel dan mengobati gejala alergi.
Meskipun ada hasil yang potensial, masih dibutuhkan uji klinis pada manusia untuk memastikan manfaatnya.
- Mendukung Imun Tubuh
Selain itu juga kaya akan vitamin A dan kolin. Setiap satu porsinya menawarkan 118,5 miligram kolin dan 245 SI (satuan internasional) vitamin A.
Artinya, seporsi mampu menyajikan sekitar 22 – 28% kebutuhan kolin harian dan 8 – 10% asupan vitamin A harian sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Keduanya bekerja untuk mendukung kerja sistem imun tubuh untuk mencegah risiko penyakit kronis dan infeksi, khususnya mencegah perkembangan penyakit jantung.
Vitamin A dan kolin juga berfungsi memelihara fungsi sistem saraf dan indra penglihatan Anda.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Telur puyuh mengandung lebih banyak selenium dan zat besi daripada telur ayam. Selenium bermanfaat untuk memelihara fungsi kognitif otak, meningkatkan metabolisme hormon tiroid, dan memperbaiki kerusakan DNA.
Sementara itu, zat besi berfungsi memproduksi sel darah merah sehat untuk mencegah anemia.
Zat besi juga mungkin berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.
Kombinasi zat besi dan selenium dibutuhkan tubuh untuk metabolisme otot serta memelihara kesehatan pembuluh darah.
- Berpotensi Meredakan Rinitis Alergi
Penelitian dalam Journal of dietary supplements (2021) menyelidiki kemanjuran dan keamanan suplemen kandungan bioaktif quail egg dan mineral seng, dalam menekan gejala rinitis alergi.
Riset ini dilakukan pada 77 orang dengan rentang usia 18 – 60 tahun selama tujuh hari.
Gejala rinitis alergi seperti bersin, hidung tersumbat, dan pilek membaik dalam waktu satu jam setelah mengonsumsi suplemen antioksidan dan seng telur puyuh.
Namun, masih tidak jelas apakah senyawa dalam telur ini saja yang berperan baik atas manfaat tersebut.
- Berpotensi Meredakan Gejala Esofagitis Eosinofilik
Riset pada hewan lainnya dalam jurnal Scientific reports (2018) menunjukkan quail egg mungkin bermanfaat untuk mengatasi gejala esofagitis eosinofilik.
Esofagitis eosinofilik merupakan kondisi peradangan kronis yang terjadi di dalam dinding kerongkongan (esofagus) atau saluran penghubung mulut dengan lambung.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan eosinofil pada kerongkongan lantaran reaksi alergi.
Eosinofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam reaksi alergi.
Meskipun begitu, masih dibutuhkan uji klinis lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat tersebut.
Manfaat Kesehatan Lainnya
Satu butir mengandung sejumlah kecil vitamin B12 dan riboflavin. Riboflavin membantu tubuh memecah makanan dalam pencernaan dan mengubahnya menjadi energi. Selenium juga mendukung kesehatan kelenjar tiroid.
Sementara itu, vitamin B12 meningkatkan fungsi sistem saraf dan membantu menjaga tingkat energi dalam pembentukan sel darah merah.
Bahaya
Seporsi telur ini mengandung 380 mg kolesterol yang hampir dua kali lebih banyak dari batas maksimal kolesterol harian menurut American Heart Association.
Satu porsinya juga mengandung 1,6 gram lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika membatasi jumlah konsumsi telur puyuh agar terhindar dari kenaikan kolesterol.
Apabila memiliki kadar kolesterol tinggi, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi telur ini. (Hilal)



