linimassa.id – Sejak beberapa bulan lalu, narkoba zombie viral di media sosial. Keberadaan narkoba ini sangat mengerikan karena dapat membuat si pengguna menjadi seperti zombie.
Dalam sebuah pemberitaan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Petrus Reinhard Golose mengatakan belum mendapati jenis narkoba ‘zombie’ di Indonesia seperti yang banyak beredar di Philadelphia, Amerika Serikat.
Narkoba ‘zombie’ di Philadelphia, merupakan jenis narkoba baru yang berasal dari obat bius kuda dan penyalahgunaannya diduga memiliki efek yang lebih kuat dibanding obat lainnya.
Narkoba yang umum disebut Flakka itu merupakan jenis fentanil yang dioplos dengan obat-obatan lain seperti tranq. Efek buruk dari obat oplosan itu membuat penggunanya semakin lama membusuk dan hilang kesadaran parah seperti dalam film zombie.
Saat ini narkoba jenis baru atau disebut new psychoactive substances (NPS) cukup banyak.. Total terdapat 1.150 jenis NPS beredar di beberapa negara. Adapun sebanyak 91 jenis di antaranya teridentifikasi dan tersebar di Indonesia.
BNN RI tetap melakukan pengawasan atau pemantauan narkotika jenis baru tersebut. Namun, untuk di Indonesia yang banyak beredar adalah narkotika jenis sintetis cannabis atau tembakau gorila.
Mewabah
Setelah mewabah di Amerika Serikat, kini narkoba zombie mulai muncul di Inggris. Narkoba jenis xylazine namanya. Efek mengonsumsinya disebut membuat kulit penggunanya membusuk bak zombie.
Diberitakan, seorang pekerja pabrik bernama Karl Warburton (43) ditemukan tewas usai mengonsumsi xylazine.
Ia mengalami pneumonitis aspirasi akut, atau kondisi kerusakan paru-paru akibat menghirup racun. Xylazine disebut menjadi faktor penyebabnya.
Ia mengonsumsi Xylazine yang dicampurkan dengan obat terlarang lainnya, seperti heroin, fentanil, dan kokain.
Pada dasarnya, obat xylazine atau tranq adalah obat yang digunakan sebagai obat penenang hewan. Obat ini bisa menimbulkan berbagai efek berbahaya ketika disalahgunakan manusia, terlebih bila dicampurkan dengan jenis narkoba lainnya.
Dicky Budiman, seorang peneliti Global Health Security dari Griffith University Australia menjelaskan, ada narkoba yang bisa menyebabkan luka seperti zombie, ini disebut sebagai xylazine.
Ini sebetulnya obat untuk hewan, dan hewan ini yang sakit kejang. Tapi ini sering digunakan sebagai penyalahgunaan sebagai recreational drugs.
Xylazine ini sangat berbahaya, efek sampingnya sangat berbahaya, termasuk bisa menyebabkan gagal napas, selain menyebabkan tekanan darah drop dan kejang.
Mayoritas pemakai narkoba ini memiliki tingkat kebersihan dan gizi yang buruk sehingga menimbulkan luka atau ulkus
Penyebab di balik luka-luka yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba ini belum diketahui secara pasti. Sebab, pada dasarnya obat ini adalah obat yang diperuntukkan untuk hewan.
Obat ini merusak pembuluh darah di kulit. Itu yang akhirnya menyebabkan luka yang tidak kunjung sembuh, lama sembuh, karena kerusakan pembuluh darah pada kulit itu menyebabkan sirkulasi darah jadi memburuk.
Obat xylazine termasuk dalam golongan sedatif yang merupakan jenis penenang yang kuat. Obat ini dapat memperlambat denyut jantung dan napas.
Ini yang menyebabkan juga potensi kurangnya oksigen pada kulit yang akhirnya sekali lagi merusak pembuluh darah dan jaringan.
Xylazine ini juga menekan sistem pertahanan tubuh sehingga ini yang menyebabkan timbul dan semakin lama sembuh luka-luka itu.
Narkoba zombie juga bisa menimbulkan berbagai efek samping lainnya, seperti kebingungan dan disorientasi pada penggunanya. “Xylazine ini juga bisa menyebabkan orang pusing, kebingungan, dan disorientasi. Ini yang akhirnya mereka yang pengguna ini menjadi buruk dalam mengambil keputusan. (Hilal)



