linimassa.id – Bank Jateng berkomitmen membantu upaya pengentasan kasus stunting di wilayah Karanganyar dengan menyumbangkan bantuan senilai Rp1 miliar melalui Cabang Karanganyar. Bantuan ini terdiri dari suplemen, makanan bergizi, susu, dan bantuan lainnya.
Inisiatif ini diungkapkan oleh Pengelola Bank Jateng Kabupaten Karanganyar, Sigit Nurbianto, pada acara Penyerahan Dana untuk Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) Bank Jateng dalam Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita Stunting, di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, pada Kamis (19/10/2023).
Bank Jateng Mendukung Pengentasan Stunting
Sigit Nurbianto menjelaskan bahwa Bank Jateng berkomitmen untuk turut serta dalam upaya mengatasi kasus stunting. Data menunjukkan bahwa ada lebih dari 2.000 anak yang mengalami gagal pertumbuhan di wilayah Karanganyar.
Oleh karena itu, Bank Jateng memberikan bantuan berupa makanan, suplemen, dan mainan yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan anak-anak, memastikan tinggi badan dan berat badan mereka berkembang dengan seimbang.
Apresiasi dari Bupati Karanganyar
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Bank Jateng. Ia melihat bantuan ini sebagai langkah positif dalam mengurangi angka kemiskinan dan kasus stunting di Karanganyar.
Juliyatmono berharap agar program-program yang telah dirancang oleh Bank Jateng terus berjalan dengan baik dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
Juliyatmono juga mengajak seluruh koordinator desa untuk memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar diberikan kepada yang membutuhkannya.
Ia menyadari bahwa program lanjutan dan kehadiran tenaga medis seperti dokter gizi akan menjadi kunci dalam mengatasi masalah stunting di wilayah tersebut.
Pihaknya berharap program-program Bank Jateng yang terencana, bisa terus bersinergi dengan Pemkab Karanganyar sebagaimana yang telah berjalan selama ini.
“Mari untuk masing masing koordinator desa agar bantuan ini memang benar benar tepat sasaran. Kita butuh program lanjutan untuk mengatasi permasalahan stunting. Kita butuh dokter gizi yang bisa memprediksi makanan tambahan untuk anak-anak dalam menggenjot pertumbuhannya,” ajak Juliyatmono.



