PANDEGLANG, LINIMASSA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mencatat sedikitnya tiga kecamatan mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan wilayah yang telah melaporkan dampak kekeringan meliputi Kecamatan Cadasari, Angsana, dan Sindangresmi.
“Untuk saat ini baru tiga kecamatan yang terdampak, yaitu Cadasari, Angsana, dan Sindangresmi,” ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.
Menurut Nana, data kekeringan tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) setelah menerima permohonan bantuan air bersih dari pemerintah desa.
Ia memperkirakan jumlah wilayah terdampak dapat bertambah apabila musim kemarau berlangsung hingga Agustus dan September sebagaimana diprediksi BMKG.
Apabila kondisi tersebut terjadi, BPBDPK menilai kebutuhan armada distribusi air bersih juga akan meningkat. Karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten yang akan memberikan bantuan satu unit mobil tangki air.
Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) serta pihak terkait lainnya untuk mendukung penanganan krisis air bersih.
Upaya Kendalikan Kekeringan
Saat ini BPBDPK memiliki tiga unit mobil tangki. Dua di antaranya telah dioperasikan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga, sedangkan satu unit lainnya disiagakan sebagai pendukung operasional mobil pemadam kebakaran.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten, Beni Madsira, mengatakan pihaknya bersama BPBDPK telah menyalurkan bantuan air bersih ke Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana.
Ia menjelaskan, pengiriman air dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Kedaruratan BPBDPK, Rian, dan merupakan distribusi air bersih ketiga yang dikirim ke wilayah tersebut.
Menurut Beni, bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah desa mengajukan permohonan kepada BPBDPK. Di Kecamatan Angsana sendiri, sedikitnya lima desa telah mengalami kekeringan.
Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang segera menyalurkan bantuan air bersih setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala BPBD yang bergerak cepat mengirimkan bantuan air bersih ketika masyarakat membutuhkan. Musim kemarau telah menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih,” katanya.
Beni menambahkan, Kecamatan Angsana merupakan salah satu wilayah yang hampir setiap tahun terdampak kekeringan saat musim kemarau. Sedikitnya tujuh desa berpotensi mengalami kesulitan air bersih, yakni Desa Karangsari, Padamulya, Cipinang, Kadubadak, Padaherang, Angsana, dan Keramatmanik.
Dari seluruh desa tersebut, kondisi paling mendesak saat ini terjadi di Desa Cipinang dan Desa Kadubadak karena keduanya telah mengalami kekeringan yang cukup parah.

