LEBAK, LINIMASSA.ID – Musim kemarau mulai dirasakan dampaknya di sejumlah Desa di Lebak. Sedikitnya sembilan desa yang tersebar di lima kecamatan kini mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Wilayah yang terdampak kekeringan tersebut berada di Kecamatan Wanasalam, Panggarangan, Curugbitung, Sajira, dan Maja. Menurunnya debit sumber mata air menjadi penyebab utama terganggunya pasokan air bersih bagi masyarakat.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama, mengatakan pemerintah Desa di Lebak di wilayah terdampak telah mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih kepada BPBD.
“Secara resmi yang telah bersurat untuk bantuan droping air bersih Desa Muara, Kecamatan Wanasalam. Sementara melalui laporan dari relawan, terdapat empat desa di Kecamatan Curugbitung, dua desa di Kecamatan Maja, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Panggarangan dan Sajira yang juga membutuhkan bantuan,” ujar Febby, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, total ada sembilan Desa di Lebak yang saat ini membutuhkan pasokan air bersih akibat berkurangnya ketersediaan air dari sumber-sumber alami yang mulai mengering selama musim kemarau.
9 Desa di Lebak Kekeringan
BPBD Lebak pun telah menyiapkan langkah penanganan dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa di Lebak terdampak dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan segera menyalurkan droping air bersih kepada warga yang membutuhkannya,” kata Febby.
