LEBAK, LINIMASSA.ID – Sejumlah kebutuhan pokok seperti harga telur di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu yang paling terlihat adalah telur ayam ras yang kini dipasarkan sekitar Rp23.000 per kilogram, meningkat dari harga sebelumnya Rp21.500 per kilogram pada 14 Juli 2026.
Peningkatan harga telur tersebut diduga berkaitan dengan kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah berakhirnya masa libur sekolah.
Beroperasinya kembali dapur-dapur MBG disebut ikut meningkatkan kebutuhan telur dan berbagai bahan pangan lainnya sehingga permintaan di pasar melonjak.
Seorang pengusaha kuliner di Rangkasbitung yang tak ingin disebutkan namanya, mengatakan kenaikan harga telur mulai berdampak pada usahanya.
Menurut dia, tidak hanya harga telur yang mengalami kenaikan, tetapi sejumlah bahan baku dapur lainnya juga mulai menunjukkan tren serupa.
“Sekarang harga telur sudah mencapai Rp23 ribu per kilogram. Padahal dua hari sebelumnya masih di kisaran Rp21.500. Informasi yang kami terima, kenaikan ini terjadi karena dapur MBG kembali aktif setelah kegiatan belajar di sekolah dimulai lagi,” katanya.
Harga Telur Naik Gegara MBG
Ia menjelaskan, meningkatnya harga telur dan bahan baku lainnya membuat biaya produksi usahanya ikut bertambah. Di sisi lain, menaikkan harga makanan bukan pilihan yang mudah karena dapat memengaruhi minat beli pelanggan.
“Pengeluaran untuk produksi jelas bertambah, sementara harga jual belum tentu bisa disesuaikan. Akibatnya keuntungan yang kami peroleh menjadi semakin kecil,” ungkapnya.
Galang berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan tetap terjaga sehingga kenaikan harga tidak berlangsung dalam waktu lama.
Menurutnya, Program MBG merupakan langkah positif, namun harus diimbangi dengan pengelolaan distribusi pangan yang baik agar tidak berdampak pada masyarakat maupun pelaku UMKM.
“Kalau kebutuhan meningkat, persediaannya juga harus ditambah. Jangan sampai warga dan pelaku usaha kesulitan memperoleh bahan baku dengan harga yang masih terjangkau,” ujarnya.
Selain telur ayam, para pedagang juga mulai melihat kenaikan harga pada beberapa komoditas lain, meski masih relatif terbatas. Mereka memperkirakan harga dapat kembali bergerak naik apabila permintaan dari dapur MBG terus bertambah dalam beberapa hari mendatang.
Para pelaku usaha berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau distribusi serta stok bahan pokok di pasar. Langkah tersebut dinilai penting agar kenaikan harga tidak semakin meluas dan tidak menambah beban bagi masyarakat.

