linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: TV Digital, Lebih Jernih Lebih Bersih
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > TV Digital, Lebih Jernih Lebih Bersih
Gaya Hidup

TV Digital, Lebih Jernih Lebih Bersih

Hilal Ahmad
5 Juli 2023
Share
waktu baca 4 menit
Televisi Digital menjadi solusi mendapatkan gambar jernih.
Televisi Digital menjadi solusi mendapatkan gambar jernih.
SHARE

linimassa.id – Indonesia tengah gencar menerapkan sistem televisi digital untuk masyarakat luas.

Asal tahu, siaran TV analog telah digunakan selama hampir 60 tahun di Indonesia. Dan sudah digantikan siaran TV digital pada 2 November 2022.

Nah, bergantinya penggunaan TV analog menjadi TV digital tentunya dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. .

TV digital adalah siaran televisi menggunakan modulasi sinyal digital dan sistem kompresi yang akan menghadirkan kualitas gambar lebih bersih, suara lebih jernih, dan teknologi canggih bagi masyarakat Indonesia.

Sistem penyiaran televisi digital bukan hanya mampu menyalurkan data gambar dan suara tetapi juga memiliki kemampuan multifungsi dan multimedia seperti layanan interaktif dan bahkan informasi peringatan dini bencana.

Ini membuat pemerataan siaran televisi berkualitas di seluruh pelosok daerah di dalam negeri.

Dengan demikian daerah-daerah yang saat ini tidak terdapat siaran TV terestrial dapat dilakukan pembangunan dengan lebih hemat biaya.

Melalui siaran digital, kualitas gambar dan suara yang diterima penonton jauh lebih baik dibandingkan siaran analog.

Tidak ada lagi gambar yang berbayang atau segala bentuk noise (bintik-bintik semut) pada monitor TV.

Pada era penyiaran digital, penonton TV tidak hanya menonton program siaran tetapi juga bisa mendapat fasilitas tambahan seperti EPG (Electronic Program Guide) untuk mengetahui acara-acara yang telah dan akan ditayangkan kemudian.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Semua negara harus telah menetapkan tahun migrasi dari siaran analog ke digital.

Negara-negara maju di Eropa dan Amerika Serikat bahkan telah mematikan siaran analog (analog switch-off) dan beralih ke siaran digital.

Pemerintah Indonesia juga telah memulai implementasi penyiaran digital mulai 2012 dan di tahun-tahun berikutnya di kota-kota besar yang telah bersiaran digital akan dilakukan analog switch-off.

Ada sekitar 38 dari 199 kabupaten dan kota di wilayah Pulau Jawa yang tidak akan bisa menikmati siaran TV analog sejak tanggal 30 April 2022.

Sebagai informasi jika program pemberhentian siaran TV analog akan dilakukan dengan tiga tahap.

Di mana untuk tahap pertama akan dilakukan pada tanggal 30 April 2022, lal untuk tahap kedua pemberhentian siaran TV analog akan dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2022.

Sedangkan untuk tahap ketiga akan dilangsungkan pada 2 November 2022

Keberadaan siaran TV Digital ini sudah ada pengganti siaran TV terestrial yang tidak berbayar dengan kualitas gambar yang lebih bersih, suara yang lebih jernih dan jumlah program siaran yang lebih banyak

Berikut perbedaan TV analog dan TV digital:

1  Sinyal yang dipancarkan TV analog berupa sinyal analog yang ditangkap dengan menggunakan antena. Sinyal yang dipancarkan TV digital berupa sinyal digital yang ditangkap dengan menggunakan antena.

2. TV Analog apabila sinyal analog lemah maka tayangan akan berbintik dan suara tidak jelas karena terpengaruh oleh noise. Sementara TV digital memberikan gambar yang jauh lebih bersih dan suara lebih jernih daripada siaran analog.

3. TV Analog menggunakan pancaran dengan memodulasikannya langsung pada pembawa frekuensi. Sementara TV digital data terlebih dahulu dikodekan dalam bentuk digital, baru dipancarkan.

4. TV Analog biaya operasional tinggi karena setiap stasiun TV menggunakan pemancar sendiri. Sementara TV digital biaya operasional lebih hemat karena beberapa stasiun TV berbagi infrastruktur pemancar dengan penyelenggara multipleksing.

Itulah penjelasan mengenai TV digital. Apakah sudah beralih ke TV digital? (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Ansor Kota Tangsel
Duga Tabrak Aturan, Ansor Kota Tangsel Ajukan Keberatan ke Gubernur Banten Soal Bambang Noertjahjo Jadi Sekda
News
SPMB 2026
Wali Kota Cilegon Tegaskan SPMB 2026 Harus Bersih, Kepsek Terancam Dicopot Jika Terlibat Jual Beli Kursi
News
rokok ilegal
8,2 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan di Lintasan Merak–Bakauheni
News
Tahu dan tempe
Pengusaha Tahu dan Tempe di Kota Serang Terimbas Kenaikan Harga Kedelai Impor
News
Dana Desa
Rp1 Miliar Dana Desa Petir Diduga Ludes untuk Judi Online dan Pinjaman Online
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?