SERANG, LINIMASSA.ID – Pemerintah Provinsi Banten mulai menjajaki penerapan teknologi Jepang modern pengolahan sampah menjadi energi.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan berasal dari Jepang melalui kerja sama dengan PT Solusindo Sampah Energi.
Direktur Utama PT Solusindo Sampah Energi, Mahathir, mengatakan teknologi Jepang yang bernama Kanadevia tersebut memungkinkan pengolahan sampah tanpa harus dipisahkan terlebih dahulu.
Sistem ini disebut telah digunakan di sejumlah negara karena dinilai lebih praktis dan efisien.
“Teknologi Jepang ini dapat memproses sampah tanpa pemilahan sehingga operasionalnya lebih sederhana,” kata Mahathir usai bertemu Gubernur Banten di Gedung Negara, Kota Serang, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sampah yang diolah nantinya dapat menghasilkan energi uap dengan jumlah residu yang minim. Selain itu, teknologi tersebut juga dinilai mampu menekan kebutuhan lahan untuk penumpukan sampah.
Menurut Mahathir, emisi hasil pembakaran tidak la ngsung dibuang, melainkan ditangkap dan diolah kembali menjadi gas metana maupun bahan bakar berbasis plastik.
Teknologi Jepang Sipah Olah Sampah di Banten
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, Wawan Gunawan, mengungkapkan bahwa kajian penggunaan teknologi Jepang tersebut sudah dilakukan di kawasan industri petrokimia di Kota Cilegon.
“Studi awal sudah dilakukan di kawasan industri, tinggal menunggu komitmen kerja sama dengan pihak pengguna energi atau offtaker,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, pakar dari National Institute for Environmental Studies Jepang, Profesor Minoru Fujii, turut memaparkan keunggulan teknologi tersebut.
Ia menilai pengolahan sampah menjadi energi uap lebih hemat biaya dan lebih ramah lingkungan dibanding energi fosil seperti batu bara.
Kehadiran teknologi Jepang ini diharapkan menjadi solusi baru dalam mengatasi persoalan sampah di Banten yang terus meningkat, sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.



